Imbas Bentrok Antarkelompok di Tambak, Menteng, Pemprov DKI Jakarta Tanggung Kerusakan Gerobak Nasi Uduk

Pemprov DKI Jakarta pasikan tanggung kerusakan gerobak nasi uduk akibat bentrok di Menteng, Jakarta Pusat.

Pemprov DKI Jakarta pasikan tanggung kerusakan gerobak nasi uduk akibat bentrok di Menteng, Jakarta Pusat.(Kamtibmas)

GO

By Gabriel Omar Batistuta

Publish: 27 Juli 2026 - 14:34 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan menanggung penggantian gerobak milik pedagang nasi uduk akibat bentrokan antar kelompok di Kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat (26/7/2026).

Gerobak tersebut dibakar oleh sekelompok pemicu kericuhan yang terjadi kemarin.

Menanggapi hal terebut, Camat Menteng, Nurhelmi Savitri menerangkan gerobak yang rusak sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti.

Baca Juga:

Bentrokan Maut di Matraman Bukan Karena Belum Bayar Nasi Uduk, Kapolres Jakpus: Korban Tidak Terima Ditegur

"Ada satu gerobak pedagang nasi uduk yang dirusak dan insyaAllah akan segera kami ganti nanti gerobaknya," ujar Nurhelmi saat meninjau lokasi kejadian, Senin (27/7/2026).

Tak berhenti sampai disitu, dirinya juga memastikan Pemprov DKI Jakarta akan mengganti secara cepat supaya aktivitas berdagang kembali berjalan.

"Karena gerobak tersebut ditarik oleh polisi untuk barang bukti. Jadi biar yang bersangkutan bisa dagang lagi, insyaAllah gerobaknya nanti sore atau mungkin besok pagi paling lambat sudah datang lagi," tambahnya.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes. Pol. Reynold Elisa Partomuan Hutagalung juga menjelaskan bentrokan tersebut terjadi bukan lantaran tidak membayar nasi uduk.

Baca Juga:

Bentrokan Maut di Menteng, Jakarta Pusat Sebabkan 1 Orang Tewas, Begini Kronologinya!

"Dua orang itu menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk. Karena menggeber-geber motornya sehingga membuat kebisingan, ditegur tidak terima," jelasnya.

Dirinya juga menerangkan jika dua orang pemicu bentrok sempat kabur untuk meminta pertolongan kepada kelompoknya.

"Dua orang itu mengajak teman-temannya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak beberapa UMKM yang ada, bahkan ada warga yang terpukul," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…