ARASVARA.ID - Bank Mandiri kembali mencetak pencapaian keuangan yang sangat mengesankan hingga kuartal keempat tahun berjalan. Kinerja positif ini diraih seiring pesatnya aktivitas bisnis serta geliat konsumsi masyarakat yang terus menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun, penguatan penyaluran kredit yang diimbangi penerapan manajemen risiko yang disiplin menjadi kunci utama menjaga stabilitas profitabilitas perseroan. Di saat bersamaan, dorongan dari transformasi perbankan digital turut memicu peningkatan penghimpunan dana murah dan pendapatan berbasis komisi.
Lantas, berikut menguraikan detail pencapaian laba bersih Bank Mandiri, rincian ekspansi kredit dan kualitas aset, performa platform digital Kopra dan Livin, hingga strategi pengembangan bisnis emas dan fasilitas transaksi terbaru.
Catatan Laba Bersih BMRI Dan Ekspansi Penyaluran Kredit
Hingga Oktober 2026, Bank Mandiri secara bank only membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp46,5 triliun atau mencatatkan pertumbuhan pesat mencapai 19,6 persen secara tahunan (year on year/YoY). Perolehan angka tersebut disokong penuh oleh ekspansi penyaluran pembiayaan yang berkualitas serta lonjakan pendapatan transaksi.
Total penyaluran kredit perseroan melaju kencang sebesar 16,5 persen YoY hingga menyentuh angka Rp1.635 triliun pada periode pemantauan. Pembiayaan dialokasikan secara fokus pada sektor-sektor produktif dan tangguh meliputi pemerintahan, energi dan air, logistik, industri pengolahan logam, serta sektor makanan dan minuman.
Pengembangan alokasi kredit terus dioptimalkan secara terukur guna mendorong roda perekonomian nasional di berbagai sektor usaha strategis. Langkah ekspansi ini dipadukan dengan strategi ekosistem yang menjangkau seluruh rantai pasok industri.
Laba bersih bank only meroket 19,6 persen YoY menjadi Rp46,5 triliun hingga Oktober 2026.
Penyaluran kredit tumbuh pesat 16,5% YoY menyentuh total nominal Rp1.635 triliun.
Pembiayaan difokuskan pada sektor produktif seperti energi, logistik, manufaktur logam, serta konsumsi.
Perbaikan Kualitas Aset Dan Manajemen Risiko Kredit Terjaga
Peningkatan volume pembiayaan Bank Mandiri berjalan sejajar dengan perbaikan kualitas aset perseroan secara berkelanjutan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross secara bank only tercatat berhasil ditekan turun menjadi 0,97 persen dibanding posisi Oktober 2025 yang berada di level 1,02 persen.
Tingkat pencadangan risiko berada pada kondisi yang sangat memadai dengan rasio NPL coverage mencapai angka 244,5 persen. Sementara itu, besaran biaya risiko kredit (cost of credit) perseroan dapat dijaga secara efisien pada tingkat 0,55 persen.
Pengelolaan manajemen risiko secara disiplin memastikan fondasi pembiayaan perseroan tetap aman dari potensi guncangan ekonomi. Pendekatan ini memperkuat ketahanan modal Bank Mandiri dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan.
Rasio NPL gross berhasil diturunkan menjadi 0,97% dari posisi tahun sebelumnya sebesar 1,02%.
Tingkat pencadangan aset terlindungi sangat tebal dengan rasio NPL coverage sebesar 244,5%.
Nilai biaya risiko kredit atau cost of credit dapat dipertahankan sangat efisien di kisaran 0,55%.
Strategi Pembiayaan Ekosistem Rantai Pasok Hingga Sektor UMKM
Bank Mandiri mengoptimalkan model pembiayaan berbasis ekosistem bisnis untuk merangkul seluruh pelaku usaha di sepanjang rantai pasokan. Skema ini menghubungkan korporasi utama dengan para pemasok, jaringan distributor, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pola pendanaan terintegrasi tersebut memunginkan kucuran kredit korporasi memberikan dampak multiplier yang luas bagi roda perekonomian daerah. Akses pembiayaan bagi sektor UMKM menjadi jauh lebih terbuka dan mudah dijangkau.
Pendekatan rantai pasok ini memperkuat daya tahan bisnis para mitra usaha nasional dalam jangka panjang. Penguatan fondasi UMKM sekaligus memperkokoh struktur ekosistem bisnis yang dikelola Bank Mandiri.
Pembiayaan ekosistem menyatukan korporasi utama, pemasok, distributor, hingga pelaku UMKM.
Kucuran kredit memberikan dampak ekonomi luas dan memperluas akses permodalan usaha kecil.
Pendekatan terintegrasi meningkatkan ketahanan operasional seluruh rantai pasok nasional.
Akumulasi Dana Murah Dan Peningkatan Kinerja Platform Kopra
Performa platform transaksi digital wholesale Kopra by Mandiri mencatatkan pertumbuhan signifikan sebagai pusat pengelolaan kas perusahaan. Jumlah pengguna Kopra melonjak 48,6 persen YoY mencapai 455 ribu pengguna dengan frekuensi transaksi menyentuh 1,32 miliar kali atau naik 8,03 persen YoY.
Derasnya aktivitas transaksi pada platform digital turut mendorong total Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,1 persen YoY menjadi Rp1.762 triliun. Komposisi dana murah (Current Account Savings Account/CASA) meningkat 15,5 persen YoY menjadi Rp1.265 triliun dengan porsi rasio CASA mencapai 71,8 persen.
Rincian perolehan saldo giro tercatat tumbuh 19,3 persen YoY menjadi Rp679 triliun, sedangkan saldo tabungan naik 11,3 persen YoY menjadi Rp586 triliun. Penguatan struktur DPK ini menyediakan pendanaan murah yang sangat solid bagi operasional perseroan.
Pengguna Kopra by Mandiri naik 48,6 persen YoY menjadi 455 ribu dengan 1,32 miliar frekuensi transaksi.
DPK tumbuh 15,1 persen YoY menjadi Rp1.762 triliun disokong saldo CASA Rp1.265 triliun (rasio 71,8 persen).
Saldo giro melonjak 19,3 persen YoY menjadi Rp679 triliun dan tabungan meningkat 11,3 persen YoY ke Rp586 triliun.
Pertumbuhan Pengguna Aplikasi Livin Dan Pendapatan Berbasis Komisi
Di segmen ritel, pengguna terdaftar aplikasi Livin' by Mandiri mencatatkan kenaikan 20,4 persen YoY hingga menembus angka 43 juta pengguna. Frekuensi transaksi yang diproses lewat aplikasi seluler ini melesat kencang 27,8 persen YoY mencapai total 4,22 miliar transaksi.
Tingginya frekuensi transaksi nasabah berkontribusi langsung pada peningkatan fee-based income recurring yang tumbuh 19,8 persen YoY menjadi Rp17,2 triliun. Pendapatan berbasis komisi yang diraih dari aplikasi Livin' dan Kopra masing-masing melonjak sebesar 40,9 persen dan 21,1 persen YoY.
Dominasi aplikasi seluler dalam aktivitas transaksi harian menjadikan pendapatan non-bunga perseroan kian stabil dan berkelanjutan. Bank Mandiri terus memperkaya fitur aplikasi untuk mengikat loyalitas nasabah ritel.
Pengguna terdaftar Livin' by Mandiri mencapai 43 juta (naik 20,4 persen) dengan 4,22 miliar transaksi.
Fee-based income recurring tumbuh 19,8 persen YoY menyentuh angka total Rp17,2 triliun.
Komisi transaksi dari aplikasi Livin' dan Kopra masing-masing meningkat 40,9 persen dan 21,1 persen YoY.
Inovasi Bisnis Emas Dan Layanan Gaya Hidup Di Livin
Bank Mandiri mengoptimalkan mesin pertumbuhan baru (new growth engine) sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bullion bank. Layanan Tabungan Emas secara digital dan KSM Emas untuk cicilan fisik kini dapat diakses langsung melalui Livin' by Mandiri.
Nasabah dipadukan pula dengan kemudahan penarikan fisik saldo emas melalui jaringan ATM Emas dan cabang khusus. Selain investasi, aplikasi Livin' menghadirkan fitur Livin' Food yang menggandeng lebih dari 2.300 merchant UMKM untuk pemesanan makanan harian.
Inovasi pendukung disempurnakan dengan kehadiran Livin' Call yang memberikan akses pusat bantuan contact center 24 jam berbasis internet tanpa biaya pulsa. Seluruh fitur terintegrasi ini memanjakan nasabah dalam satu genggaman.
Izin bullion bank dimanfaatkan lewat fitur Tabungan Emas digital dan KSM Emas cicilan di Livin.
Fitur Livin' Food menggandeng lebih dari 2.300 merchant UMKM untuk kemudahan belanja kuliner.
Layanan Livin' Call membuka akses contact center 24 jam bebas pulsa berbasis jaringan internet.
Proyeksi Bisnis Dan Komitmen Penguatan Layanan Berkelanjutan
Pengembangan terintegrasi platform digital Kopra dan Livin' terbukti ampuh mempererat keterikatan transaksi nasabah korporasi maupun ritel. Kehadiran layanan yang serba lengkap mengamankan aliran dana murah dan pendapatan komisi jangka panjang.
Manajemen perseroan berkomitmen menjaga disiplin penyaluran pembiayaan berbasis kehati-hatian demi mempertahankan tren kinerja positif. Integrasi layanan usaha, investasi, dan kebutuhan harian menjadi fokus utama pengembangan teknologi ke depan.
Dengan fondasi permodalan yang kuat serta kualitas aset yang terjaga, Bank Mandiri optimis dapat terus memimpin pasar perbankan nasional sekaligus menggerakkan ekonomi secara inklusif.
Integrasi layanan transaksi digital memperkuat loyalitas nasabah dan pendapatan non-bunga.
Disiplin penyaluran pembiayaan berbasis kehati-hatian terus dijaga demi pertumbuhan sehat.
Fondasi permodalan yang solid menopang peran Bank Mandiri sebagai penggerak ekonomi nasional.
