ARASVARA.ID - Kondisi pergerakan harga pasar aset kripto utama seperti harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP kembali berada di bawah tekanan koreksi yang cukup signifikan.
Adapun, tekanan jual yang meluas di bursa global memaksa para investor dan trader aset digital untuk lebih cermat memetakan area batas bawah (support) yang potensial harga bitcoin.
Kondisi ketidakpastian pasar harga bitkoin saat ini memicu minat pelaku pasar untuk mengeksekusi strategi buy the dip atau membeli aset saat harga sedang mengalami penurunan. Kendati demikian, penentuan titik masuk (entry point) membutuhkan konfirmasi indikator teknikal agar terhindar dari risiko penurunan harga yang lebih dalam.
Ulasan berikut mengupas tuntas analisis teknikal dari analis kripto Ali Martinez mengenai tiga area beli potensial untuk Bitcoin, Ethereum, dan XRP, lengkap dengan peta risiko serta kondisi grafik terkini.
Analisis Prospek Koreksi Pasar Kripto
Sinyal kewaspadaan di pasar aset digital diungkapkan secara terbuka oleh analis kripto ternama, Ali Martinez, mengenai potensi penyesuaian harga tiga aset utama. Melalui unggahan resmi di akun X @alicharts pada Jumat, 30 Oktober 2026, Martinez memetakan area support penting yang perlu dipantau oleh para pelaku pasar.
Martinez mengidentifikasi tiga level krusial, yaitu Bitcoin di sekitar 73.000 US Dolar, Ethereum di kisaran 2.000 US Dolar, dan XRP mendekati angka 1 US Dolar sebagai area beli potensial. Ketiga titik harga tersebut dinilai menjadi zona akumulasi strategis jika tekanan jual mulai mereda secara teknikal.
Meski demikian, Martinez menegaskan bahwa level-level tersebut dipantau murni untuk mencari konfirmasi support dan bukan merupakan jaminan bahwa harga telah menyentuh titik terendah (bottom). Investor diimbau untuk tetap mengamati respons volume transaksi sebelum mengambil keputusan pembelian.
Analis Ali Martinez memetakan area beli potensial untuk BTC di 73.000 US Dolar, ETH di 2.000 US Dolar, dan XRP di 1 US Dolar.
Peta pembelian tersebut diunggah melalui akun X @alicharts pada tanggal 30 Oktober 2026.
Pemantauan level support dilakukan untuk menguji kekuatan pembeli di tengah tekanan jual pasar.
Potensi Area Beli Bitcoin (BTC) di Kisaran 73.000 US Dolar
Sebagai aset kripto dengan nilai kapitalisasi terbesar, Bitcoin menjadi fokus utama dalam daftar pantauan Ali Martinez saat koreksi berlangsung. Level 73.000 US Dolar diproyeksikan sebagai area support potensial apabila tekanan jual di bursa global berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Zona 73.000 US Dolar menjadi titik acuan teknikal penting untuk melihat apakah para pembeli institusional dan ritel mulai kembali melakukan aksi akumulasi. Pengujian di level ini sangat krusial untuk menentukan daya tahan tren pergerakan Bitcoin secara keseluruhan.
Martinez mengingatkan para investor bahwa pergerakan harga di sekitar 73.000 US Dolar belum tentu langsung memicu pembalikan arah (rebound) secara instan. Sikap disiplin dalam mengamati konfirmasi sinyal bullish menjadi kunci utama sebelum menerapkan strategi buy the dip.
Level 73.000 US Dolar menjadi area pantauan utama untuk menguji batas support potensial Bitcoin.
Reaksi pasar di zona 73.000 US Dolar menentukan apakah daya beli sanggup menahan tekanan jual.
Pengamatan konfirmasi sinyal harga diperlukan sebelum mengeksekusi akumulasi Bitcoin.
Penembusan Pola Bearish Ethereum (ETH) Menuju Area 2.000 US Dolar
Aset kripto Ethereum menghadapi risiko pelemahan harga yang cukup dalam setelah menunjukkan sinyal teknikal negatif pada grafik harian. Berdasarkan analisis Martinez, ETH terindikasi kuat telah menembus ke bawah batas pola right-angled ascending broadening.
Pola grafik right-angled ascending broadening ditandai dengan garis batas atas yang terus meningkat serta batas bawah yang cenderung mendatar. Penembusan ke bawah pada pola ini secara teknikal mengonfirmasi potensi pergerakan bearish lanjutan menuju target harga 2.000 US Dolar.
Area 2.000 US Dolar dipandang sebagai titik pertemuan support psikologis dan teknikal yang sangat krusial bagi Ethereum. Jika daya beli di level 2.000 US Dolar gagal terbentuk dengan kuat, Ethereum tetap berisiko melanjutkan tren penurunan ke tingkat yang lebih rendah.
Ethereum terindikasi menembus ke bawah pola grafik right-angled ascending broadening pada chart harian.
Penembusan pola bearish membuka peluang penurunan harga Ethereum menuju kisaran 2.000 US Dolar.
Level 2.000 US Dolar dipantau sebagai area support utama untuk potensi peluang pembelian ETH.
Kerentanan Batas Support XRP di Sekitar Area 1 US Dolar
Sementara itu, aset kripto XRP juga tak luput dari tekanan jual masif setelah kehilangan salah satu level pertahanan teknikal pentingnya. Menurut penjelasan Martinez, XRP sebenarnya telah diperdagangkan di dalam struktur parallel channel (kanal paralel) sejak bulan Februari 2026.
Namun, aksi jual terbaru yang melanda pasar membuat harga XRP menembus ke bawah batas support di bagian tengah kanal tersebut. Kegagalan XRP untuk merebut kembali dan bertahan di atas garis tengah kanal mengindikasikan dominasi kekuatan bearish dalam jangka pendek.
Jika XRP tidak mampu menembus kembali level support yang hilang tersebut, koreksi diprediksi akan berlanjut menuju batas bawah kanal di dekat angka 1 US Dolar. Dengan demikian, area 1 US Dolar menjadi perhatian utama analis untuk melihat munculnya minat beli baru dari para investor.
XRP diperdagangkan dalam pola parallel channel (kanal paralel) yang terbentuk sejak Februari 2026.
Aksi jual masif membuat harga XRP menembus ke bawah garis support bagian tengah kanal.
Batas bawah kanal di kisaran 1 US Dolar menjadi zona support krusial untuk potensi akumulasi XRP.
Risiko Strategi Buy the Dip dan Pemanfaatan Area Support
Penerapan strategi buy the dip dalam dunia perdagangan kripto pada dasarnya adalah memanfaatkan momen penurunan harga untuk membeli aset dengan harga lebih murah. Namun, strategi ini menyimpan risiko kerugian yang tidak sedikit jika pergerakan harga terus merosot pascapembelian.
Zona support berfungsi sebagai area di mana tingkat permintaan (demand) berpotensi meningkat dan mampu menahan laju penurunan harga. Keberhasilan support biasanya dikonfirmasi oleh pola pembalikan arah bullish, ketahanan harga di batas tertentu, serta lonjakan volume transaksi beli.
Pelaku pasar disarankan untuk membedakan antara strategi buy the dip berbasis momentum dan metode dollar-cost averaging (DCA) yang dilakukan secara berkala. Manajemen risiko yang ketat tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi volatilitas aset digital.
Buy the dip dilakukan saat harga jatuh, sedangkan Dollar-Cost Averaging (DCA) dilakukan secara berkala.
Konfirmasi support memerlukan indikator ketahanan harga, pola rebound, dan volume pembelian.
Pembelian aset tanpa konfirmasi support berisiko memicu kerugian akibat penurunan lanjutan.
Pentingnya Riset Mandiri DYOR Sebelum Eksekusi Transaksi
Seluruh analisis teknikal dan pemetaan area beli potensial dari Ali Martinez merupakan gambaran historis yang tidak memberikan jaminan kepastian mutlak. Pasar kripto yang sangat dinamis dapat berubah sewaktu-waktu merespons perubahan sentimen makroekonomi global.
Oleh karena itu, para investor dan trader sangat dianjurkan untuk selalu melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum mengeksekusi perintah beli atau jual. Evaluasi terhadap toleransi risiko pribadi harus menjadi acuan utama dalam pengelolaan portofolio.
Diversifikasi aset dan penetapan batas rugi (stop loss) menjadi langkah preventif yang sangat efektif untuk melindungi modal investasi dari risiko drawdown yang ekstrem. Kedisiplinan mengeksekusi rencana perdagangan adalah kunci keberlanjutan investasi harga bitcoin.
