ARASVARA.ID - Melansir dari Indodax Academy, pasar kripto kembali menunjukkan dinamika menarik setelah tiga aset ternama—Ripple (XRP), Quant (QNT), dan Injective (INJ) masuk dalam radar potensi breakout teknikal pekan ini.
Analis Kripto, Ali Martinez mengatakan bahwa, ketiga altcoin ini memunculkan sinyal grafik menarik yang berpeluang membawa harga melesat lebih tinggi jika mampu mempertahankan level konfirmasi penting masing-masing.
Pada grafik empat jam, XRP berhasil keluar dari tekanan garis resistance menurun dalam pola triangle. Kunci pergerakan XRP saat ini terletak pada kemampuannya untuk bertahan di atas support $1,50. Jika area ini konsisten dijaga oleh para pembeli, target kenaikan XRP diperkirakan dapat menuju level $1,62.
Sementara itu, Quant (QNT) menunjukkan potensi reli yang tak kalah menjanjikan melalui skenario konfirmasi harga. Sinyal penguatan QNT membutuhkan konfirmasi berupa penutupan harga (candle closing) satu jam di atas batas $262. Apabila batas tersebut tertembus secara solid, target kenaikan teknikal QNT diproyeksikan bergerak menuju rentang $315 hingga $344.
Aset ketiga yang masuk radar adalah Injective (INJ), yang saat ini tengah melakukan proses retest pada area neckline di kisaran $7,33. Selama support $7,33 ini tidak jebol dan momentum pembeli tetap kuat, pola grafik INJ membuka peluang reli jangka pendek menuju area $13,40.
Indodax Academy menjelaskan, Secara teknikal, istilah breakout menggambarkan kondisi ketika harga aset berhasil menembus batas penahan, baik berupa garis resistance maupun area neckline dari suatu pola.
Penembusan ini menandakan pergeseran kekuatan pasar, di mana daya beli (bullish momentum) mulai mengungguli tekanan jual (bearish pressure).
Namun, trader dan investor disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan tanpa mengamati fase konfirmasi.
Risiko utama yang kerap mengintai pasar saat situasi seperti ini adalah munculnya fenomena false breakout. Kondisi jebakan ini terjadi sewaktu harga seolah-olah berhasil keluar dari batas resistance, tetapi tak lama kemudian berbalik arah dan turun kembali ke dalam rentang pergerakan sebelumnya.
Oleh karena itu, Ali Martinez menekankan, peran area support atau titik retest menjadi sangat vital sebagai pijakan evaluasi yang dimana tidak boleh jebol kebawah dan menjadi area retest.
Pendekatan manajemen risiko yang disiplin tetap menjadi prioritas utama dalam merespons sinyal-sinyal pergerakan altcoin ini.
