ARASVARA.ID - Pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026, pasar komoditas logam mulia kembali dikejutkan oleh gelombang koreksi harga yang cukup signifikan pada produk perak batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Adapun, para investor dan kolektor aset berharga mendapati penyesuaian harga jual yang merosot tajam seiring dengan tren pelemahan pasar global yang sedang berlangsung dalam beberapa sesi terakhir.
Pergerakan pasar yang kurang bersahabat ini memicu perhatian luas dari berbagai kalangan penanam modal yang memantau portofolio investasi harian mereka secara cermat.
Tekanan jual yang mendominasi membuat nilai aset logam putih tersebut harus tergerus dalam kurun waktu perdagangan yang relatif singkat. Ulasan berikut merangkum rincian lengkap kejatuhan harga perak Antam, akumulasi koreksi beruntun, serta proyeksi nilai jual untuk ukuran besar seperti batangan berat di akhir bulan.
Akumulasi Koreksi Beruntun Harga Perak Selama Tiga Hari
Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Sabtu, 31 Oktober 2026, dengan penurunan mencapai Rp 2.000 per gram. Berdasarkan informasi resmi yang tercantum di laman Logam Mulia, pelemahan drastis tersebut langsung membawa harga jual perak turun ke posisi Rp 33.650 per gram.
Pukulan telak ini sekaligus memperpanjang rentetan koreksi negatif yang sudah berlangsung secara konsisten dalam tiga hari perdagangan terakhir berturut-turut. Kondisi pasar global yang tidak stabil menjadi pemicu utama merosotnya nilai komoditas logam putih tersebut di dalam negeri.
Sebelum terjun bebas pada akhir pekan, harga perak Antam lebih dahulu terkoreksi Rp 1.050 pada Jumat, 30 Oktober 2026, hingga berada di level Rp 35.650 per gram. Tekanan serupa juga sudah dirasakan sejak perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, ketika harganya merosot Rp 400 ke posisi Rp 36.700 per gram.
Penurunan harga terbaru pada 31 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 33.650 per gram.
Koreksi lanjutan terjadi pada 30 Oktober 2026 sebesar Rp 1.050 ke level Rp 35.650 per gram.
Penurunan awal pekan tercatat pada 29 Oktober 2026 sebesar Rp 400 ke posisi Rp 36.700 per gram.
Dampak Tren Pelemahan Pasar Logam Mulia Global
Selanjutnya, rangkaian penurunan beruntun selama tiga hari terakhir membuat harga perak Antam semakin jauh meninggalkan posisi tertingginya sebelumnya. Tekanan jual yang masif di bursa internasional turut menyeret sentimen negatif ke pasar domestik secara cepat dan terukur.
Para pengamat pasar mencatat bahwa pergerakan harga komoditas ini sangat sensitif terhadap perubahan indikator ekonomi makro serta kekuatan nilai tukar mata uang global. Volatilitas tinggi menuntut para investor untuk lebih waspada dalam mengambil keputusan transaksi jangka pendek.
Meskipun demikian, sebagian pelaku pasar melihat fase koreksi dalam ini sebagai momen penyesuaian wajar di tengah siklus perdagangan komoditas dunia yang fluktuatif. Evaluasi mendalam terhadap fundamental aset tetap menjadi pegangan rasional bagi para penanam modal.
Rincian Harga Batangan Ukuran Besar dan Pajak Persen
Selain pergram, penyesuaian harga juga berdampak langsung pada produk perak batangan dengan ukuran cetak yang lebih besar bagi para investor institusi. Perak murni dengan berat 250 gram tercatat memiliki harga dasar sebelum dikenakan kewajiban pungutan pajak tambahan.
