ARASVARA.ID - Pada hari Senin, 26 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahan hingga akhir perdagangan sesi II. Pasar saham domestik bergerak dalam tekanan berat yang memicu koreksi tajam pada sejumlah indeks sektoral utama.
Aksi lepas portofolio oleh para pelaku pasar masih membayangi pergerakan harga saham emiten berkapitalisasi besar. Kondisi ini membuat IHSG tidak mampu keluar dari zona merah sepanjang jam perdagangan bursa berlangsung.
Sajian berikut memaparkan rincian angka penutupan perdagangan, pergerakan indeks sektoral, hingga daftar saham yang mencatatkan kenaikan dan penurunan paling signifikan.
Rincian Penutupan IHSG dan Volume Perdagangan Harian
Melansir dari Bursa Efek Indonesia, pada penutupan perdagangan sesi II, IHSG terpangkas sebanyak 66,17 poin atau melemah 1,22 persen ke posisi 5.373. Indeks bursa terus bergerak di area negatif setelah dibuka pada level yang lebih rendah dibanding posisi penutupan sebelumnya.
Aktivitas transaksi harian mencatatkan volume perdagangan mencapai miliaran saham dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai triliunan rupiah. Frekuensi perdagangan yang dinamis mencerminkan tingginya intensitas transaksi di lantai bursa sepanjang hari.
IHSG melemah 66,17 poin atau turun 1,22 persen ke level 5.373.
Pergerakan indeks konsisten berada di zona merah sepanjang sesi perdagangan harian.
Aktivitas bursa mencatatkan nilai transaksi yang intensif di tengah tekanan jual.
Tekanan pada Indeks Sektoral dan Pergerakan Saham Utama
Adapun, pelemahan IHSG disokong oleh penurunan mayoritas sektor saham di bursa efek. Sektor keuangan, infrastruktur, dan barang konsumen menjadi penyumbang utama penurunan indeks pada sesi perdagangan sore hari.
Sejumlah saham blue chip berkapitalisasi pasar besar mencatatkan koreksi harga yang cukup dalam. Kondisi ini menahan potensi pemulihan indeks serta memperluas jarak koreksi dari level psikologis sebelumnya.
Mayoritas indeks sektoral bergerak melemah, dipimpin sektor keuangan dan infrastruktur.
Saham-saham big cap terkoreksi akibat tingginya volume penawaran jual di pasar.
Kurangnya sentimen positif menahan pergerakan naik pada saham-saham pembobot indeks.
Pergerakan Saham dengan Kenaikan Terbesar di Bawah Tekanan Pasar
Di tengah tren penurunan IHSG, sejumlah saham masih sanggup mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dan masuk ke dalam jajaran top gainers. Penguatan saham-saham ini didorong oleh aksi beli spesifik pada emiten lapis kedua dan ketiga.
Pergerakan positif pada deretan saham penopang tersebut memberikan celah keuntungan bagi para pelaku pasar yang aktif melakukan perdagangan jangka pendek. Respons positif pasar terhadap rilis kinerja emiten turut menjadi pemicu kenaikan harganya.
Saham lapis kedua dan ketiga memimpin daftar penguatan harga terbesar (top gainers).
Lonjakan harga saham terjadi di tengah minimnya sentimen positif pasar secara umum.
Transaksi selektif menjadi pilihan para trader dalam memanfaatkan kenaikan harga saham.
Deretan Saham yang Mengalami Penurunan Harga Paling Dalam
Sebaliknya, tekanan jual yang masif menempatkan sejumlah saham ke dalam kelompok top losers dengan koreksi harga mendekati batas bawah perdagangan harian. Penurunan ini melanda emiten dari berbagai latar belakang sektor usaha.
Pelemahan harga secara cepat pada saham-saham tersebut memicu penyesuaian nilai portofolio para pemegang saham. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap berhati-hati dan menahan diri dari penambahan posisi baru.
Deretan saham top losers mengalami penurunan harga yang signifikan akibat aksi jual.
Koreksi terjadi secara merata pada saham-saham dari berbagai sektor bisnis.
Pelaku pasar cenderung menahan transaksi hingga tekanan jual mereda di bursa.
