Apes Banget! Ini Top 10 Saham Paling Bikin Buntung Sepekan, Ada FORU Sampai NETV

Saham anjlok dikarenakan capital outflow foreign

Saham anjlok dikarenakan capital outflow foreign(Pinterest/Bursa Nusantara)

FA

By Fadliansyah

Publish: 3 Oktober 2026 - 19:40 WIB
Share:

ARASVARA.ID - ​Dunia pasar modal Indonesia pekan ini diselimuti awan mendung bagi sejumlah investor yang memegang saham-saham berpergerakan ekstrem. Berdasarkan data perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir, terdapat deretan emiten yang harganya anjlok parah hingga masuk dalam jajaran top losers.

​Fenomena penurunan harga saham secara drastis ini menjadi perhatian hangat para pelaku pasar modal dan trader harian di Tanah Air. Koreksi dalam ini tidak hanya melanda saham dari satu sektor saja, melainkan tersebar di berbagai lini bisnis mulai dari media, periklanan, hingga manufaktur.

​Sentimen Utama di Balik Merosotnya Saham Top Losers

​Bagi masyarakat umum maupun pemula di dunia saham, penurunan harga saham yang tajam biasanya dipicu oleh beberapa variabel utama. Salah satunya adalah aksi lepas saham secara masif oleh para pemodal pasca-kenaikan harga yang sudah terlampau tinggi pada periode sebelumnya (profit taking).

​Selain itu, penurunan ini kerap didorong oleh faktor fundamental emiten yang kurang menggembirakan, rumor negatif, atau rotasi modal investor ke sektor lain yang dinilai lebih prospektif. Volatilitas tinggi pada saham berkapitalisasi kecil hingga menengah (small-medium caps) juga membuat harganya sangat sensitif terhadap tekanan jual.

​Deretan Saham Paling Bikin Tekor Sepekan

​Puncak daftar saham paling rugi sepekan ini dihuni oleh saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang mencatatkan penurunan harga paling dalam. Harga saham FORU ambrol sangat signifikan hingga menyentuh penurunan sebesar 28,57 persen dalam waktu lima hari perdagangan.

​Tidak ketinggalan, saham emiten penyiaran dan media PT Net Visi Media Tbk (NETV) juga ikut terseret dalam gelombang koreksi tajam. Saham NETV tercatat merosot hingga 24,14 persen, menjadikannya salah satu saham media dengan tekanan jual paling tinggi pekan ini.

​Tekanan Jual Masif di Berbagai Lini Industri

​Koreksi tajam ini juga dialami oleh emiten-emiten lainnya yang menempati deretan sepuluh besar top losers. Saham PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) mencatatkan penurunan sebesar 22,50 persen, disusul oleh saham PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) yang terkoreksi hingga 20,83 persen.

​Selanjutnya, saham PT Manggung Polahraya Tbk (MPOP) mengekor di posisi berikutnya dengan penurunan sebesar 19,30 persen. Sementara itu, saham PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) ikut ambles sebesar 18,75 persen sepanjang perdagangan pekan ini.

​Daftar Lengkap 10 Emiten Top Losers Pekan Ini

​Sisa deretan saham yang melengkapi sepuluh besar penghuni zona merah ini juga datang dari sektor variatif. Saham PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (ANSP) terpangkas sebesar 17,65 persen, sedangkan saham PT Klinko Karya Utama Tbk (KLIN) mengalami koreksi sebesar 16,98 persen.

​Dua emiten terakhir yang menutup jajaran top losers sepekan ini adalah PT Sejahtera Anak Buah Tbk (SAGA) dengan penurunan sebesar 15,91 persen, serta PT Pulau Subur Tbk (PTPS) yang susut sebesar 15,22 persen.

​Rincian Ringkasan Data 10 Saham Paling Rugi

  • ​PT Fortune Indonesia Tbk (FORU): Turun drastis sebesar 28,57 persen.

  • ​PT Net Visi Media Tbk (NETV): Anjlok sebesar 24,14 persen.

  • ​PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS): Terkoreksi sebesar 22,50 persen.

  • ​PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE): Susut sebesar 20,83 persen.

  • ​PT Manggung Polahraya Tbk (MPOP): Merosot sebesar 19,30 persen.

  • ​PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO): Ambles sebesar 18,75 persen.

  • ​PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (ANSP): Terpangkas sebesar 17,65 persen.

  • ​PT Klinko Karya Utama Tbk (KLIN): Turun sebesar 16,98 persen.

  • ​PT Sejahtera Anak Buah Tbk (SAGA): Terkoreksi sebesar 15,91 persen.

  • ​PT Pulau Subur Tbk (PTPS): Susut sebesar 15,22 persen.

​Pelajaran Penting dan Manajemen Risiko Bagi Investor Ritel

​Melihat fenomena anjloknya harga saham di jajaran top losers ini, para investor ritel dan pemula diimbau untuk senantiasa menerapkan strategi manajemen risiko (risk management) yang disiplin. Mengatur batas toleransi kerugian (stop loss) menjadi sarana vital agar modal tidak tergerus terlalu dalam.

Page 1 of 2

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…