ARASVARA.ID - Pasar keuangan Indonesia kembali diuji ketahanannya pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di buka melesu ke level 6.127 dan terus tertekan hingga jatuh lebih dari 2 persen, titik terbawahnya menyentuh level 6.013.
Penurunan ini mencatatkan tren negatif di mana IHSG telah terkoreksi selama empat hari berturut-turut di zona merah.
Buat kamu para investor ritel, pemula, maupun trader kawakan yang sedang memantau hijau-merah layar portofolio, pelemahan IHSG ini menjadi sinyal penting tentang kondisi likuiditas dan sentimen pasar saat ini.
Mari kita bedah data lengkap dan analisis teknikalnya secara gamblang agar tetap paham arah angin pasar modal tanpa perlu panik.
1. Data Perdagangan Bursa: Ratusan Saham Bikin Merah Membara
Laju koreksi IHSG kali ini didorong oleh aksi jual masif di hampir seluruh sektor pasar saham.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan terkini, IHSG sempat tertahan di level 6.145,76 dengan koreksi sebesar 1,54 persen sebelum akhirnya bergerak melemah lebih dalam.
Tekanan pasar tercermin dari dominasi emiten yang mengalami penurunan harga:
Saham Melemah: Sebanyak 591 saham parkir di zona merah.
Saham Menguat: Hanya 157 saham yang mampu bertahan naik.
Saham Stagnan: Sebanyak 215 saham tidak mengalami perubahan harga.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dorongan daya serap pembeli di pasar modal domestik memang sedang mengalami penurunan cukup signifikan.
2. Analisis Teknikal: Patah Pola Rising Wedge dan Head & Shoulders
Secara pandangan teknikal, koreksi IHSG kali ini terbilang cukup dalam karena telah menembus beberapa area batas bawah (support) penting.
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa penurunan indeks telah menjebol area gap di level 6.185 serta zona support kuat di rentang 6.230–6.270.
Pergerakan merosot ini secara teknikal mengonfirmasi terjadinya penembusan ke bawah (breakdown) dari pola rising wedge dan garis leher (neckline) dari pola head and shoulders di level 6.375.
