Mengapa Harga Emas Anjlok? Ini Penyebabnya dan Apakah akan Turun Terus pada 2026

Mengapa harga emas anjlok pada 2026 dan apakah akan turun terus.

Mengapa harga emas anjlok pada 2026 dan apakah akan turun terus.(Pinterest)

RS

By Rendra Saputra

Publish: 17 Agustus 2026 - 13:54 WIB
Share:

ARASVARA.ID — Harga emas mengalami koreksi tajam pada 2026 setelah sebelumnya mencatat reli besar dan sempat menyentuh rekor. Kondisi tersebut membuat investor kembali mempertanyakan prospek logam mulia, mengapa harga emas anjlok, dan yang lebih penting, apakah harga emas akan turun terus pada 2026?

Trader dan edukator aset kripto Kalimasada menilai koreksi tersebut tidak bisa dilihat hanya dari satu faktor. Menurut dia, pergerakan emas dipengaruhi perubahan ekspektasi suku bunga, dolar AS, likuiditas, aksi ambil untung dan rebalancing investor besar.

Menariknya, kondisi pasar pada Senin, 17 Agustus 2026, justru menunjukkan harga emas kembali menguat. Harga emas spot naik sekitar 0,4% menjadi US$4.391,49 per troy ounce setelah data ekonomi Amerika Serikat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada September. (Reuters)

Artinya, koreksi emas pada 2026 tidak berlangsung dalam satu garis lurus. Harga bisa turun tajam, kemudian kembali menguat ketika ekspektasi pasar berubah.

Mengapa harga emas anjlok pada 2026?

Kalimasada melihat salah satu penyebab utama koreksi adalah reli emas yang sebelumnya sudah sangat besar.

Ketika harga sebuah aset naik terlalu tinggi dalam waktu relatif cepat, sebagian investor akan mulai mengamankan keuntungan. Aksi profit taking, trimming dan rebalancing kemudian dapat menciptakan tekanan jual.

Kalimasada sendiri mengaku telah melakukan trimming dan rebalancing ketika harga emas berada di sekitar US$5.000 per troy ounce.

Keputusan tersebut, menurutnya, bukan berarti dirinya kehilangan kepercayaan terhadap emas. Langkah itu lebih berkaitan dengan pengelolaan risiko setelah harga mengalami kenaikan besar.

“Safe haven itu bukan berarti aset itu kebal koreksi. Karena koreksi itu part of the game,” ujarnya disitat Arasvara.ID.

Pandangan tersebut menjadi penting karena status safe haven sering disalahartikan sebagai jaminan bahwa harga emas tidak mungkin turun.

Padahal, emas tetap merupakan aset pasar yang bisa mengalami volatilitas.

Kenapa harga emas naik turun?

Ekspektasi suku bunga The Fed menjadi salah satu pemicu

Page 1 of 7

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…