ARASVARA.ID - Saat ini emas perhiasan dan logam mulia sangat diburu oleh banyak orang untuk melakukan investasi dengan skala pendek maupun panjang.
Sebenarnya, keduanya memiliki sisi positif dan negatif tergantung tujuan yang diperlukan.
Tentunya keputusan terakhir ada langsung di tangan pembaca setelah membaca artikel ini secara rinci.
Baca Juga:
Aplikasi Investasi Emas Terbaik: Mana yang Aman, Legal, dan Cocok untuk Pemula?
Emas Perhiasan atau Logam Mulia yang Cocok untuk Investasi?
Dalam wawancara tim Arasvara terhadap salah satu toko emas yang berada di Jakarta Timur mengungkapkan, logam mulia menjadi salah satu barang yang sangat diburu untuk melakukan investasi saat ini.
"Saat ini logam mulia kerap kali dibeli oleh banyak orang lantaran harganya mengikuti harga pasar disetiap waktunya," kata salah seorang penjual toko emas di Jakarta Timur kepada Arasvara, Sabtu (15/8/2026).
Namun, banyak juga orang yang melakukan pembelian emas perhiasan untuk dijadikan investasi sekaligus pemakaian sehari-hari.
Baca Juga:
Jenis-Jenis Emas Perhiasan dan Kadarnya: Jangan Salah Pilih Sebelum Tahu Kode 300, 375, 700, 916 hingga 24 Karat
"Banyak juga yang mencari emas perhiasan, tujuannya biasa buat pemakaian dan investasi," terangnya.
Sisi Lain Buyback Emas Perhiasan dan Logam Mulia di Pasaran
Terdapat satu hal yang belum banyak orang ketahui terkait sisi lain buyback emas perhiasan dan logam mulia.
Menurut informasi yang didapat Arasvara dari salah satu toko emas di Jakarta Timut menjelaskan, jika logam mulia semakin lama disimpan, potongan harganya akan semakin besar.
Baca Juga:
Berapa Gram Emas yang Bagus untuk Investasi? Ini Cara Menentukannya
"Kalo buyback logam mulia biasanya disesuaikan dengan tahun pembelian dan terdapat potongan sesuai tahunnya," jelasnya kepada Arasvara.
Berbeda dengan emas perhiasan, potongan yang diberikan sama rata tidak disesuaikan dengan tahun pembelian.
