ARASVARA.ID - For Revenge merilis lagu "Penyangkalan" pada (16/7/2024). Namun, hingga saat ini lagu tersebut tetap memiliki banyak peminat.
Lagu tersebut mengajak pendengar untuk merenungkan kenyataan pahit yang terjadi dalam hubungan serta menyadarkan mereka untuk keluar dari fase denial setelah perpisahan.
"Penyangkalan" selalu dinantikan para penggemar For Revenge dalam setiap konser mereka. Karena banyak yang merasa relate dengan lagu tersebut.
Baca Juga:
Lagu For Revenge Jadi Soundtrack Film Spider-Man: Brand New Day.
Makna Lagu "Penyangkalan" For Revenge
Lagu "Penyangkalan" menggambarkan perasaan denial yang muncul pada diri seseorang saat perpisahan terjadi.
Ia menyadari bahwa hubungannya tidak layak untuk dipertahankan karena banyak perbedaan di dalamnya. Bahkan, mereka kerap berdebat saat bertukar pikiran.
Meski demikian, perpisahan tetap menjadi sesuatu yang menyakitkan untuk dihadapi. Perasaan sepi mulai menyelimuti hatinya. Tidak hanya itu, dia juga mulai merasa bersalah saat mengingat setiap peristiwa yang pernah terjadi.
Dia tidak berusaha menyembuhkan luka dan trauma yang ada pada dirinya dan berusaha menikmati rasa sakitnya hingga mati rasa.
Lirik Lagu "Penyangkalan" For Revenge
Selamat datang di penyangkalan
Sesunyi rumah yang kuhuni
Sebising derau di ujung hari (di ujung hari)
Seperih luka yang abadi
Baca Juga:
Rekomendasi Lagu Hipdut Viral di Tiktok pada Tahun 2026, Cocok untuk Joget
Sebisanya 'kan kunikmati (kunikmati)
Selamat datang di penyangkalan
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan meracuni kewarasan yang mati
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan menghantui kenyataan yang sepi
Bertukar peran menyakiti
Seakan ku tak bisa mati (bisa mati)
Berpura-pura pulih sendiri
Nyatanya ku telah mati berkali-kali
Dia masih di sini dan menari-nari
Baca Juga:
Ramalan Zodiak Cancer dan Scorpio Minggu 26 Juli 2026: Kesetiaan Kunci Hubungan
Perlahan meracuni kewarasan yang mati
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan menghantui kenyataan yang sepi
Selamat datang di penyangkalan
Selamat datang di penyangkalan
Selamat datang di penyangkalan
Bertukar peran saling menghantam
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan meracuni kewarasan yang mati
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan menghantui kenyataan yang sepi. (Nur)
