Monumen Selamat Datang Bundaran HI Jakarta, Kenali Sejarah hingga Makna di Baliknya

Monumen Selamat Datang Bundaran HI di Jakarta Pusat yang ikonik

Monumen Selamat Datang Bundaran HI di Jakarta Pusat yang ikonik(Dok/Galeri Nasional Indonesia)

MA

By Mitha Aullia

Publish: 21 Oktober 2026 - 14:44 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Berada di tengah kota, Monumen Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi salah satu patung ikonik yang bisa kamu temui di kawasan Jakarta Pusat.

Monumen Selamat Datang dengan visual dua orang pemuda dan pemudi yang tengah membentangkan satu tangan ke atas itu diresmikan pada tahun 1962 silam, tetap berdiri kokoh hingga saat ini.

Saat memasuki kawasan Bundaran HI, Monumen Selamat Datang tersebut menjadi pemandangan pertama yang mencuri perhatian. Sebab terletak di pusat kota, patung ini dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi sekaligus titik keramaian yang tak pernah sepi.

Berbagai aktivitas terjadi di sekitaran kawasan Bundaran HI, seperti lalu-lalang kendaraan pribadi serta transportasi umum, pejalan kaki yang menikmati pedestrian, hingga aksi membentang spanduk besar dari atas hingga bawah patung sebagai bentuk protes atas penanangan pemerintah terhadap bencana alam oleh aktivis yang dilakukan baru-baru ini.

Dengan tinggi sekitar 30 meter, patung bersejarah itu memiliki fakta menarik dibalik pembangunannya. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Monumen Selamat Datang

Dikenal sebagai Monumen Selamat Datang Bundaran HI, dua patung ini dibuat dalam rangka persiapan menyelenggaraan Asian Games ke IV di Jakarta yang berlangsung pada tahun 1962 silam.

Melansir laman resmi Galeri Nasional Indonesia- Kementerian Budaya, diketahui bahwa monumen ini berdiri dengan tujuan menyambut tamu dan para olahragawan yang tiba di Jakarta dalam rangka seremonial pesta olahraga itu.

Monumen Selamat Datang dibangun di sekitar Hotel Indonesia (HI), sebab pada masa itu hotel tersebut merupakan pintu gerbang untuk masuk ke kota Jakarta.

Seniman yang ada dibaliknya adalah Edhi Sunarso dan tim Pematung Keluarga Arca Yogyakarta yakni Trisno, Askabul, Sarpomo, Mon Mudjamin, Suardhi, dan Suwandi. Sementara itu, yang merancang sketsa diketahui adalah Henk Ngantung.

Pembangunan monumen tepat di tengah Bundaran HI berdasarkan pertimbangan bahwa seluruh atlet olahraga dan tamu asing yang datang diarahkan menginap di Hotel Indonesia (HI), sehingga saat mereka datang dari lapangan terbang Internasional Kemayoran kala itu, langsung melintasi Tugu Selamat Datang.

Makna dan Simbol Monumen Selamat Datang

Sesuai dengan tujuannya untuk persiapan gelaran olahraga Asian Games ke IV, Monumen Selamat Datang memiliki makna sebagai penyambutan bagi para tamu asing yang datang ke Jakarta.

Presiden Soekarno menggagas pembangunan patung tersebut yang kemudian digarap menjadi pradesain oleh seniman Henk Ngantung, sebagai wakil Gubernur DKI Jakarta yang menjabat saat itu.

Ide atau gagasan yang berasal dari Presiden Soekarno memiliki filosofis keterbukaan bangsa indonesia menyambut para olahragawan yang datang dari segala penjuru dunia ke Tanah Air.

Monumen Selamat Datang juga disebut sebagai simbol keramahan bangsa Indonesia dalam memberikan sambutan kepada tamu. Hal itu didukung dengan visual dari patung pemudi yang menggenggam sebuah bunga di tangannya.

Aksi Memasang Spanduk Protes di Patung Selamat Datang

Hal menarik terjadi di Monumen Selamat Datang pada hari Selasa, 20 Oktober 2026 kemarin, salah satunya ialah aksi para aktivis Greenpeace Indonesia yang membentangkan spanduk protes di atas patung dari atas hingga ke bawah.

Spanduk tersebut diketahui merupakan bentuk protes terhadap cara pemerintah dalam melakukan penanganan bencana alam dan kebakaran hutan di sejumlah daerah di Kalimantan yang hingga kini tak kunjung padam.

Melalui spanduk raksasa itu, terdapat tulisan yang memprotes kebijakan pemerintah ketika menangani krisis iklam yang dialami oleh seluruh masyarakat Indonesia hingga berdampak pada kehidupan.

"Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?" dan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup" adalah dua tulisan yang terbentang di spanduk berlatar kuning dengan ukuran besar.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…