Benarkah Perempuan Fatherless Cenderung Haus Kasih Sayang? Ini Penjelasannya

Benarkah perempuan fatherless haus kasih sayang?.

Benarkah perempuan fatherless haus kasih sayang?.(Pinterest/Victoriaausten)

NK

By Nurul Kharimah

Publish: 5 September 2026 - 21:03 WIB
Updated: 12 Oktober 2026 - 15:18 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Publik ramai membahas perempuan fatherless cenderung haus kasih sayang. Banyak orang yang merasa terlibat dalam hubungan toxic karena tidak adanya sosok ayah dalam hidup mereka.

Kondisi tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan akan perhatian, validasi, dan rasa aman yang lebih besar dari pasangan.

Namun, apakah pernyataan tersebut benar? Kamu bisa mengetahui jawabannya dengan mengikuti artikel ini sampai akhir.

Apa Itu Fatherless?

Fatherless merupakan ketidakhadiran seorang ayah dalam kehidupan dan masa pertumbuhan anaknya, baik secara fisik maupun emosional.

Fenomena ini tidak hanya menimpa anak yang tinggal mati oleh orang tua laki-lakinya saja. Kondisi fatherless juga dapat dirasakan oleh anak yang bondingnya kurang dekat dengan sang ayah.

Pada umumnya, kondisi ini disebabkan karena perceraian, terlalu sibuk mencari nafkah, kurangnya komunikasi dan interaksi dengan anak.

Dampak dari kondisi tersebut salah satunya bisa membuat seseorang merasa hampa dalam hidupnya, sehingga mencari pelarian dengan memiliki hubungan untuk mengisi bagian tersebut.

Apa Saja Ciri-Ciri Perempuan yang Mengalami Fatherless?

Melansir dari akun TikTok @SJH3, menurut Muhammad Nur Firdaus, S.Psi membagikan beberapa ciri-ciri yang biasa dimiliki oleh perempuan tanpa figur ayah, yaitu:

1. Mudah Cemburu

Perasaan cemburu yang ada dalam diri perempuan fatherless cenderung berlebihan dan tidak wajar. Hal ini terjadi karena mereka haus akan perhatian pasangan.

Jadi, saat merasa ada sikap yang berbeda dari pasangan, trauma dalam dirinya bisa memicu ketidakstabilan gejolak di hatinya.

2. Takut Ditinggalkan

Pengalaman kehilangan sosok ayah, bisa memicu kecemasan. Sehingga selalu berada dalam mode waspada dan merasa mudah ditinggalkan oleh pasangan.

3. Sulit Menjalin Hubungan

Meski cenderung haus akan perhatian atau kasih sayang dari pasangan. Dampak dari ketidakhadiran orang tua laki-laki juga bisa menumbuhkan kekhawatiran untuk membuka diri terhadap orang lain.

4. Sulit Mengelola Emosi

Tidak adanya sosok ayah yang turut mengajarkan regulasi emosi dapat membuat sebagian anak kesulitan mengelola perasaannya.

Hal ini dapat memengaruhi cara mereka menghadapi konflik dan mengekspresikan emosi dalam hubungan ketika dewasa.

5. Harga Diri Cenderung Rendah

Sosok ayah mampu menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat dalam diri anak perempuannya. Ketidak hadiran figur ayah bisa membuat anak kurang mendapatkan dukungan dan validasi yang berguna untuk membangun rasa percaya diri.

Benarkah Perempuan Fatherless Cenderung Haus Kasih Sayang?

Tidak juga, Menurut psikolog Rhelda dalam akun TikTok @Her Space | Biro Psikologi, ketika anak kehilangan figur ayah bisa menjadi penyebab insecure attachment, sehingga mudah cemas atau menghindar.

Namun, banyak faktor yang mampu mempengaruhi karakter seorang anak. Dengan begitu, statmen "Perempuan fatherless haus kasih sayang" tidak bisa digeneralisir.

Bagaimana Cara Mengatasi Dampak Fatherless dalam Hubungan?

Melansir akun TikTok @akhwat_alghuroba, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan perempuan untuk mengatasi dampak fatherless dalam hubungan, yaitu:

1. Perbaiki Tangki Cinta yang Kosong

Dampak dari kehilangan sosok ayah, baik secara fisik maupun emosional, yaitu tangki cinta yang kosong di dalam diri.

Disarankan untuk memenuhi tangki cinta terhadap diri sendiri dengan memberikan perhatian, kasih sayang, dan penghargaan kepada diri sendiri.

2. Belajar Memahami dan Memaafkan Keadaan

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak fatherless dalam hubungan adalah belajar memahami dan memaafkan keadaan.

Berdamai dengan pengalaman tersebut, membuat seseorang dapat perlahan memahami kebutuhan emosionalnya tanpa selalu mencari pemenuhan dari pasangan.

Perempuan yang mengalami fatherless tidak bisa disebut haus kasih sayang atau dianggap lebih mudah terjebak dalam hubungan toxic. Karena, setiap orang memiliki pengalaman dan respons yang berbeda.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…