ARASVARA.ID - Saat ini banyak sekali orang yang mengalami kegagalan saat melakukan interview kerja baik online maupun offline.
Hal ini terjadi lantaran beberapa aspek yang telah ditentukan pihak perusahaan.
Ternyata terdapat beberapa alasan yang membuat kamu kerap kali terhenti di tahapan interview saat melamar pekerjaan.
Baca Juga:
Tips Interview Kerja Offline Agar Tidak Grogi Berhadapan dengan HRD
Alasan Pelamar Kerja Gagal di Tahap Interview
Berikut alasan terkait pelamar kerja kerap kali gagal di tahapan interview baik online maupun offline:
1. Kurang Pengetahuan Terkait Perusahaan
Banyak pelamar yang datang tanpa melakukan riset terkait perusahaan yang sedang dilamar.
Dengan begitu, ketika mendapat pertanyaan tentang perusahaan, jawaban yang diberikan tidak bisa spesifik dan malah terlihat asal.
Baca Juga:
5 Tips Sederhana Interview Pekerjaan Secara Online, Bantu Siapkan Karier Gemilang
Dengan begitu kamu langsung di coret oleh HRD untuk tidak mengikuti tahapan selanjutnya.
2. Jawaban Cenderung Bertele-tele
Pelamar sering menjawab pertanyaan yang diberikan dengan jawaban yang bertele-tele.
Padahal kamu harus bisa menerapkan jawaban singkat, jelas dan padat untuk mempersingkat waktu.
Jawaban seperti itu yang sangat disukai oleh HRD ataupun Manager saat melakukan interview.
Baca Juga:
Kerja Seharian di Ruangan Ber-AC, Perlukah Menggunakan Moisturizer?
3. Tidak Memiliki Pertanyaan
Biasanya ketika diberikan kesempatan untuk bertanya, pelamar cenderung memilih untuk tidak memberikan pertanyaan.
Hal tersebut membuat HRD tidak menyukai hal tersebut hingga membuat kamu auto diblacklist.
Pasalnya, HRD juga butuh mengetahui apa hal yang kamu belum mengerti dari penjelasan atau yang disebut dengan komunikasi dua arah.
Baca Juga:
Jangan Sampai Tertipu, Begini Tips Ampuh Mendapat Kerja Freelance Melihat Tingginya Minat Pekerjaan Lepas Khususnya Gen Z
4. Jawaban Terkesan Tidak Bijak
Biasanya HRD selalu memberikan pertanyaan terkait perusahaan tempat sebelumnya bekerja.
Kamu harus bisa menjelaskan secara objektif dan tidak menjelekkan atasan di perusahaan sebelumnya.
Pasalnya, hal tersebut membuat seseorang risih dengan jawaban yang kamu berikan.
Baca Juga:
Mau Switch Career? Ini Skill yang Wajib Kamu Kuasai Sebelum Pindah Kerja
5. Ekspektasi Gaji
Biasanya pelamar tidak melakukan riset gaji sesuai dengan bidang yang dilamar.
Hal tersebut terkadang membuat pelamar asal menyebut angka hingga akhirnya blunder.
Kelima hal tersebut tentunya mempengaruhi kamu dalam hal interview pekerjaan di bidang apapun.
Kamu harus siap dengan tekanan yang diberikan atau kriteria terhadap setiap orang.
Baca Juga:
Arah Redaksi: Hidup Sulit Pekerjaan Zonk Dorong Kejahatan Marak
Tips Interview Kerja
Terdapat tips yang bisa membuat kamu lolos saat interview kerja baik itu online maupun offline:
Kamu juga bisa mendapatkan informasi lengkap terkiat tips interview kerja offline dan online dengan klik tautan tersebut.
1. Jawab Pertanyaan Terstruktur
Kamu harus bisa menjawab pertanyaan secara terstruktur untuk bisa memberikan kesan positif.
Pewawancara biasa menilai cara kamu berpikir bukan dengan isi terkait apa yang kamu bicarakan.
Baca Juga:
Berapa Jumah Pengangguran di Indonesia? Gen Z Cenderung Minat Kemana?
2. Riset Perusahaan
Kamu harus melakukan riset mendalam terkait perusahaan yang kamu lamar untuk bisa mendapatkan informasi.
Dengan kamu menguasai perusahaan tersebut, itu akan menjadi poin penting penilaian HRD.
3. Berikan Pertanyaan
Kamu harus bisa memberikan pertanyaan yang berbobot kepada HRD untuk meningkatkan kesan komunikasi dua arah.
Biasanya banyak orang cenderung takut ketika memberikan pertanyaan saat interview.
Padahal, satu pertanyaan berbobot bisa mengubah nasib kamu selamanya.
4. Tunjukkan Antusiasme
Kamu harus menunjukkan antusiasme yang tulus saat sedang melakukan proses interview.
Hal itu perlu dilakukan agar HRD melihat seberapa aktif diri kamu ketika di ajak berkomunikasi.
Penilaian tersebut penting dan bisa menjadi acuan utama bagi seseorang untuk menentukan apakah bisa diajak komunikasi dua arah.
5. Berikan Tanggapan Setelah Interview
Kamu harus memberikan tanggapan atau pertanyaan kepada pewawancara satu hari setelah melakukan interview.
Hal ini harus dilakukan untuk meningkatkan kesan profesionalis seseorang.
Tips ini bisa membantu untuk mengurangi angka pengangguran di indonesia
Berapa Jumlah Pengangguran di Indonesia?
Menurut data yang dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 4,68 persen angka pengangguran di Indonesia pada Februari 2026.
Jumlah angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang bertambah 1.862 juta sejak Februari 2025.
Hal tersebut terjadi lantaran beberapa faktor yang ada saat ini.
Jika kamu ingin mendapatkan informasi terkait jumlah pengangguran di Indonesia silakan cek artikel ini untuk mengetahui selengkapnya.
Mengapa Banyak Pengangguran di Indonesia?
1. Pertumbuhan Angkatan Kerja Bertumbuh Pesat
Saat ini pertumbuhan angkatan kerja bertumbuh pesat dari tahun ke tahunnya, hingga membuat kehabisan lapangan pekerjaan.
Pasalnya, penyerapan pekerjaan belum meningkat secara proporsional dan jumlah seseorang yang lulus dari pendidikan terbilang tinggi.
Dengan begitu, terciptalah angka pengangguran tinggi dan tidak ada solusi untuk pengangguran.
2. Lambatnya Ekonomi Global
Ekonomi global, dinamika sektor manufaktor dan penyesuaian dunia usaha saat ini sedang mengalami masalah.
Pasalnya diharuskan melalukan transformasi digital yang mempengaruhi pasar kerja.
3. Pendidikan Tidak Sesuai Bidang Kerja
Pendidikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini menjadi faktor banyaknya angka pengangguran di Indonesia.
Berdasarkan laporan dari LPEM FEB UI, terdapat lima bidang studi dengan tingkat pengangguran terbanyak.
Data tersebut menunjukkan jurusan Manajemen 10,3 persen, Hukum 9 persen, Ekonomi 8,7 persen, Pendidikan 7,1 persen, dan Akuntansi 5,1 persen.
Mengapa Jurusan Manajemen Jadi Pengangguran Paling Tinggi?
Menurut data dari LPEM FEB UI, angka pengangguran dari jurusan Manajemen 10,3 persen.
Artinya itu menjadi angka terbanyak yang ada di Indonesia saat ini.
Hal ini terjadi lantaran bidang pekerjaan mulai pengelolaan organisasi, keuangan, pemasaran, SDM, aset hingga industri berkumpul.
Melihat hal tersebut tidak banyak perusahaan yang membuka lahan pekerjaan mengarah terhadap jurusan tersebut.
Pasalnya, persaingan yang ketat dari jurusan Hukum, Ekonomi, Komunikasi dan Pendidikan membuat banyak orang tersingkir.
Persentase Tingkat Pendidikan dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak.
Melihat informasi dari berbagai sumber yang ada, lulusan SMK menjadi tingkat pengangguran tertinggi mencapai 8,45 persen.
Sementara jenjang SMA mendapatkan angka 6,55 persen dan Sarjana menyumbang 5,38 persen.
