Spanyol Raih Piala Dunia 2026, Mari Kilas Balik Peradaban Islam di Andalusia

Alhambra, peninggalan peradaban Islam di Spanyol.

Alhambra, peninggalan peradaban Islam di Spanyol.(Pinterest/ElizabethDunn)

NK

By Nurul Kharimah

Publish: 22 Juli 2026 - 17:22 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Tim sepak bola Spanyol memenangkan pertandingan piala dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada hari Senin (20/7/2026).

Euforia kemenangan menyelimuti Negeri Matador. Para suporter Spanyol di dalam negeri hingga berbagai belahan dunia turut merayakan keberhasilan tim kesayangannya.

Namun, perhatian warganet justru tertuju pada aksi Lamine Yamal, salah satu pemain tim sepak bola Spanyol, yang mengibarkan bendera Palestina saat parade kemenangan berlangsung.

Baca Juga:

Sholat Istikharah: Keutamaan, Tata Cara dan Panduan Do'a.

Aksi tersebut kembali mengingatkan mengenai dukungan Spanyol terhadap negara Palestina. Selain itu, banyak warganet yang membahas tentang sejarah peradaban Islam pada Negeri Matador, khususnya pada masa kejayaan Andalusia.

Sejarah Islam di Spanyol

Pada 711 Masehi, Musa bin Nushair, gubernur Afrika Utara yang bertugas pada Dinasti Umayyah, mengirimkan pasukan muslim yang dipimpin oleh panglima Thariq bin Ziyad untuk melintasi Selat Gibraltar menuju Semenanjung Iberia.

Ekspedisi tersebut bertujuan memperluas wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah sekaligus menyebarkan ajaran agama Islam.

Baca Juga:

Mandi Wajib Bagi laki-laki dan Perempuan: Penyebab, Tata Cara, dan Sunnahnya.

Setelah itu, mereka mulai menguasai sebagian wilayah Spanyol seperti Cordoba, Toledo dan Sevilla. Wilayah tersebut kemudian dikenal sebagai Al-Andalus.

Pada wilayah Al-Andalus, umat islam membangun pemerintahan hingga berkembang pesat, baik dalam bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, perdagangan, budaya hingga arsitektur.

Bahkan, Cordoba menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Terdapat banyak sekolah, lembaga pendidikan dan perpustakaan di wilayah tersebut.

Salah satu perpustakaan paling besar yaitu Perpustakaan Al-Hakam II yang menyimpan ratusan ribu manuskrip dari berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Tidak hanya umat islam yang dapat mengakses keilmuan disana. Bahkan, orang yahudi dan nasrani juga bisa menimba ilmu dari tempat tersebut. Sehingga suasana menjadi kental akan rasa toleransi.

Page 1 of 2

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…