Mandi Wajib Bagi laki-laki dan Perempuan: Penyebab, Tata Cara, dan Sunnahnya.

Ilustrasi mandi wajib bagi laki-laki dan perempuan

Ilustrasi mandi wajib bagi laki-laki dan perempuan(Pinterest/Mawialux)

NK

By Nurul Kharimah

Publish: 9 Juli 2026 - 18:52 WIB
Updated: 12 Oktober 2026 - 12:27 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Pada zaman modern ini, masih banyak orang yang lalai, bahkan tidak tahu tentang perkara-perkara penting yang perlu dilakukan saat beribadah. Salah satunya yaitu mandi wajib.

Dalam ajaran agama Islam, mandi wajib merupakan cara menyucikan diri dari hadas besar agar seorang hamba dapat melaksanakan ibadah secara sah, seperti salat, tawaf, puasa hingga membaca Al-Qur'an.

Kali ini, Arasvara menyajikan rangkuman yang membahas tentang mandi wajib, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Simak selengkapnya pada artikel di bawah ini.

Baca Juga:

Pawai Obor Sambut Malam Tahun Baru Islam di Kramat Pulo

Penyebab Mandi Wajib

Terdapat enam perkara yang mengharuskan seseorang untuk melaksanakan mandi wajib:

1. Keluarnya Sperma

Seseorang wajib mandi apabila keluar sperma dari kemaluannya, baik saat terjaga maupun tidur (mimpi basah). Meskipun jumlah cairan yang dikeluarkan sedikit. Hal ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan agar dapat mengangkat hadas besar dalam dirinya.

2. Berhubungan Badan

Berhubungan badan atau jima' antara suami dan istri merupakan salah satu sebab diwajibkannya mandi, sebab bertemunya antar dua kemaluan.

Baca Juga:

Ide Perayaan 1 Muharram Sebagai Tahun Baru Islam dalam Kalender Hijriyah

3. Suci dari Haid atau Menstruasi

Seorang wanita yang baru saja suci dari haid atau menstruasi, maka diwajibkan baginya untuk mandi agar menghilangkan hadas besar. Sehingga dapat melaksanakan ibadahnya Kembali.

4. Suci dari Nifas

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim setelah proses melahirkan. Masa nifas tidak memiliki batas waktu minimal, sehingga dapat berlangsung hanya dalam waktu yang singkat, sedangkan batas maksimalnya adalah 60 hari.

5. Melahirkan

Melahirkan menjadi salah satu sebab diwajibkannya mandi, baik melahirkan bayi dalam kondisi sehat maupun keguguran. Hal itu dilakukan jika terdapat jarak waktu yang tepisah saat melahirkan dengan keluarnya darah nifas. Namun, jika bersambung kedua darahnya, dapat melaksanakan mandi setelah masa nifas selesai.

Baca Juga:

Cara Keramas yang Benar untuk menghindari Rambut Rontok

6. Kematian

Seorang muslim yang wafat bukan karena syahid maka wajib dimandikan sebelum proses pengkafanan dan penguburan.

Tata Cara Mandi Wajib

1. Niat

Ketika mandi wajib diharuskan berniat bersamaan dengan guyuran air yang pertama dialirkan ke anggota badan.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lirof'il hadatsil akbari fardlan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya berniat untuk menghilangkan hadats besar fardu karena Allah ta'ala"

2. Mengguyurkan Air ke Seluruh Tubuh

Langkah selanjutnya, menguyurkan air ke seluruh anggota tubuh secara merata serta pastikan tidak ada bagian yang terlewat. Biasakan mulai dari sisi kanan tubuh, kemudian berlanjut ke sisi kiri. Namun, diperbolehkan juga dari berbagai arah karena tidak wajib secara tertib dalam pelaksanaannya.

Baca Juga:

Intip 5 Rekomendasi Kafe Keluarga di Jakarta, Cocok untuk Menghabiskan Weekend Bersama

Sunnah Mandi Wajib

1. Mandi dalam keadaan berdiri, dilakukan agar air mengalir ke seluruh anggota tubuh dengan mudah dan merata.

2. Menghadap kiblat

3. Membersihkan area kemaluan terlebih dahulu

4. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali

5. Berwudhu tanpa niat, boleh dilakukan sebelum mandi atau setelahnya.

6. Mendahulukan sisi badan sebelah kanan

7. Menyiram setiap anggota badan sebanyak tiga kali

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…