ARASVARA.ID - Transaksi jual beli online saat ini semakin memudahkan masyarakat ketika melakukan pembayaran tanpa harus bertemu langsung, namun hal ini banyak dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan penipuan dengan mengirim bukti transfer palsu kepada penjual.
Modus ini biasanya dilakukan dengan mengirim tangkapan layar yang telah diedit untuk terlihat seperti transaksi berhasil hingga mendesak korban untuk segera mengirim barang dan memberikan layanan padahal uang belum diterima penjual.
Melansir dari Bank BCA, BCA juga mengingatkan jika bukti transfer mobile banking bisa dimanipulasi menggunakan teknologi pengeditan yang semakin canggih.
Apa Itu Bukti Transfer Palsu?
Bukti transfer palsu merupakan gambar, tangkapan layar atau dokumen transaksi yang dibuat agar terlihat seperti bukti pembayaran yang sah.
Pelaku biasanya menggunakan bukti itu untuk meyakinkan penjual jika uang telah dikirimkan.
Penipuan tersebut biasanya dilakukan kepada marketplace, pemilik toko online, pelaku UMKM, penyedia jasa hingga individu yang menerima pembayaran lewat transfer bank.
Dengan begitu, pelaku mengirim bukti transfer hasil editan, tangkapan layar mutasi palsu atau notifikasi pembayaran yang dibuat menyerupai asli.
Ciri Bukti Transfer Palsu
Jenis huruf dan ukuran tulisan
Tata letak informasi tidak rapih
Warna tulisan atau kualitas gambar beda
Nominal dan nama penerima tidak sesuai
Bukti transfer dikirim, tapi saldo tidak bertambah
Pengirim mendesak barang segera dikirim
Cara Mengenali Bukti Transfer Palsu
Buka aplikasi mobile banking atau internet banking resmi.
Masuk menggunakan kredensial pribadi.
Pilih menu mutasi rekening atau riwayat transaksi.
Tentukan periode tanggal transaksi yang ingin diperiksa.
Periksa daftar transaksi masuk atau mutasi kredit.
Cocokkan nominal dan waktu transaksi dengan bukti yang dikirim pengirim.
Pastikan saldo atau catatan transaksi menunjukkan dana benar-benar diterima.
Tips Menghindari Penipuan Bukti Transfer Palsu
Jangan mengandalkan screenshot
Jangan menyerahkan barang sebelum pembayaran terkonfirmasi
Gunakan platform pembayaran yang memiliki perlindungan transaksi
Jangan memberikan PIN, password dan kode OTP
Hubungi bank lewat kanal resmi
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Tertipu Bukti Transfer Palsu?
Hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran melalui kanal resmi.
Laporkan transaksi dan indikasi penipuan kepada pihak terkait.
Simpan bukti transfer, mutasi rekening, dan percakapan dengan pelaku.
Buat laporan kepada kepolisian jika mengalami kerugian atau tindak pidana.
Laporkan kejadian melalui portal Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Sekian informasi terkait cara mengenali bukti transfer palsu.
Dapatkan informasi dan berita terupdate melalui arasvara.id
