ARASVARA.ID - Pernah gak sih kamu lagi mikirin atau ngomongin suatu barang, eh tiba-tiba iklannya langsung muncul di media sosial atau mesin pencari? Rasanya kayak HP kamu lagi ngawasin dan mendengarkan setiap gerak-gerikmu selama 24 jam penuh!
Kenyataannya, Google memang mengumpulkan berbagai riwayat aktivitas pengguna mulai dari lokasi fisik, riwayat penelusuran, hingga aktivitas aplikasi untuk menyajikan iklan yang dipersonalisasi. Namun, buat kamu yang ingin menjaga privasi digital dan gak mau terus-terusan merasa dipantau, ada beberapa langkah praktis yang bisa langsung kamu terapkan untuk mematikan fitur pelacakan ini!
1. Mematikan Riwayat Aktivitas Web dan Aplikasi (Web & App Activity)
Langkah paling krusial untuk menghentikan pelacakan aktivitas harian adalah dengan menonaktifkan fitur Web & App Activity di akun Google milikmu. Fitur ini secara default mencatat setiap pencarian yang kamu lakukan di Google Search, peta yang kamu buka di Google Maps, hingga interaksi di aplikasi terafiliasi.
Untuk mematikannya, kamu cukup masuk ke halaman pengaturan akun Google pada menu Data & Privacy. Cari opsi Web & App Activity, lalu pilih tombol Turn Off atau Pause. Dengan mematikan opsi ini, Google tidak akan lagi menyimpan riwayat pencarian harianmu ke dalam basis data profil iklan mereka.
2. Menghentikan Pelacakan Riwayat Lokasi (Location History / Timeline)
Pelacakan lokasi fisik sering kali menjadi hal yang paling mengkhawatirkan bagi sebagian besar pengguna smartphone. Google mencatat koordinat lokasi yang kamu kunjungi secara berkala untuk menyusun linimasa riwayat perjalanan harianmu.
Kamu bisa menghentikan pelacakan lokasi ini melalui menu Location History (atau Timeline) di dalam pengaturan Data & Privacy. Pilih opsi untuk menonaktifkan pelacakan lokasi secara penuh, atau atur fitur Auto-Delete agar riwayat lokasimu terhapus secara otomatis dalam jangka waktu tertentu (misalnya setiap 3, 18, atau 36 bulan).
3. Mengatur Ulang Iklan Terpersonalisasi (Personalized Ads Settings)
Iklan yang muncul secara spesifik sesuai minatmu diproses melalui fitur Personalized Ads. Sistem Google menganalisis demografi, preferensi pencarian, dan aktivitas digitalmu untuk membuat profil minat khusus.
Jika kamu merasa risih dengan presisi iklan tersebut, kamu bisa mematikannya di menu My Ad Center. Pilih opsi untuk matikan Personalized Ads. Setelah dimatikan, iklan yang kamu lihat di Google, YouTube, maupun situs mitra akan menjadi bersifat umum dan tidak lagi berdasarkan analisis profil pribadimu.
4. Membatasi Izin Pelacakan Lokasi di Tingkat Perangkat (Per-App Permissions)
Selain dari pengaturan Akun Google, kamu juga perlu mengontrol izin akses aplikasi langsung dari menu pengaturan sistem smartphone milikmu (Android atau iOS).
Masuk ke menu Settings > Privacy/Location > Permission Manager. Tinjau aplikasi apa saja yang memiliki izin untuk mengakses lokasimu secara Always Allow (Selalu Boleh). Ubah izin akses lokasi aplikasi tersebut menjadi Only while using the app (Hanya saat aplikasi digunakan) atau Don't allow (Jangan izinkan) untuk aplikasi yang sebenarnya tidak membutuhkan navigasi peta.
5. Menggunakan Fitur Mode Penyamaran dan Peramban Fokus Privasi
Langkah tambahan yang sangat disarankan untuk menjaga keamanan data diri adalah dengan membiasakan diri menggunakan peramban (browser) atau mode yang mengutamakan privasi.
