Lagu "Dunia yang Nanti" Karya Raim Laode Tembus Top 3 Spotify Indonesia, Lengkap dengan Lirik dan Makna!

Lagu "Dunia yang Nanti" karya Raim Laode.

Lagu "Dunia yang Nanti" karya Raim Laode.(Pinterest/Nrwannaina)

NK

By Nurul Kharimah

Publish: 30 Juli 2026 - 14:21 WIB
Updated: 12 Oktober 2026 - 16:37 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Raim Laode, musisi asal Wakatobi, merilis lagu "Dunia yang Nanti" pada (24/4/2026) yang viral di berbagai platform sosial media sejak awal peluncurannya.

Lagu "Dunia yang Nanti" berhasil menduduki Top 3 Spotify Indonesia dengan 53 juta pendengar, 16 juta penonton di Youtube serta 25 juta postingan Tiktok yang menggunakannya sebagai backsound.

Jumlah fantatis yang diraih menandakan "Dunia yang Nanti" sukses mengambil hati warganet dn menjadi perwakilan untuk mengungkapkan perasaan mereka.

Makna Lagu "Dunia yang Nanti" Karya Raim Laode

Lagu "Dunia yang Nanti" mengisahkan dua orang yang terjebak dalam status pertemanan. Meski, saling mencintai, mereka tidak dapat bersatu di dunia ini.

Sebab, mereka telah memiliki pasangan masing-masing. Tidak ada yang dapat keduanya lakukan selain menerima takdir dan saling mendoakan kebahagiaan satu sama lain.

"Dunia yang Nanti" menyadarkan para pendengar bahwa seseorang tidak memiliki kuasa apapun saat jatuh cinta. Bahkan, ia tidak mampu menentukan kepada siapa hatinya berlabuh.

Dengan begitu, penerimaan serta kerelaan dalam menjalani kehidupan merupakan bagian paling penting, karena hidup tetap berjalan meskipun tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Lirik Lagu "Dunia yang Nanti" Karya Raim Laode

Waktu bawa kita ke tempat tak terduga

Kau hadir kembali menyapa hidupku

Kau ada yang miliki, ku ada yang punyai

Juga ada rasa yang belum sempat terucap

Tak banyak inginku, tak banyak inginmu

Kita dua hati yang bodoh berjalan pada waktu

Itulah kenapa jatuh cinta dikatakan jatuh

Karena sebagaimana kita jatuh

Kita tidak punya kuasa

Pilih jatuh pada hati yang mana

Mengerti, mengertilah

Banyak hal yang tak kupahami

Kendati kau kusuka

Kita dua hati yang salah

Bodoh pada waktu

Itulah kenapa jatuh cinta dikatakan jatuh

Karena sebagaimana kita jatuh

Kita tidak punya kuasa

Pilih jatuh pada hati yang

Mana bisa kutahan senyum sederhanamu

Karena tidak bisa kupunyai

Maka kudoakan kisah

Kita satu di dunia yang nanti

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…