Genre City Pop Kembali Populer, Ini Sejarah dan Ciri Khas Musik Jepang Era 80-an

Foto sampul album musisi Jepang yang dikenal melalui genre city pop.

Foto sampul album musisi Jepang yang dikenal melalui genre city pop.(Pinterest/Mau Cogrossi)

FF

By Farida Fakhira

Publish: 5 November 2026 - 12:38 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Genre city pop kembali menarik perhatian pecinta musik. terutama generasi muda yang kini mulai mendengarkan lagu-lagu lawas Jepang melalui platform digital.

Aliran musik city pop sendiri dikenal dengan perpaduan pop, jazz, funk, soul, dan disko yang menghasirkan nuansa retro sekaligus modern.

Lantas, apa itu city pop dan mengapa genre musik ini semakin diminati pengdengar muda, khususnya Gen Z? Simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu City Pop?

City pop adalah jenis musik pop dari Jepang yang muncul antara tahun 1970-an hingga 1980-an.

Nama ini digunakan untuk musik yang mencerminkan kehidupan di kota besar, terinspirasi oleh cara hidup modern masyarakat Jepang waktu itu.

Dari segi musik, city pop mencampurkan berbagai elemen seperti pop, jazz, funk, soul, disco, soft rock, dan R&B.

Kombinasi ini menciptakan aransemen yang kaya, memiliki ritme yang menarik, namun tetap enak didengar.

Salah satu keunikan dari city pop adalah melodi yang mudah diingat, pemain bass yang penuh energi, alat musik keyboard, gitar, dan tambahan suara synthesizer.

Banyak lagu juga menciptakan suasana seperti berkendara di malam hari di kota, menikmati senja, atau bersantai di pantai.

Lirik lagunya biasanya membahas cinta, kebebasan, aktivitas sehari-hari, hingga pengalaman generasi muda di tengah pertumbuhan kota besar.

Sejarah Musik City Pop

Berdasarkan informasi dari Universitas Pendidikan Indonesia, city pop mulai muncul di Jepang sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an.

Genre ini lahir seiring dengan pertumbuhan modernisasi dan gaya hidup perkotaan di negara tersebut.

Sesuai dengan namanya, city pop banyak menggambarkan kehidupan orang-orang di kota besar, meliputi cerita cinta, hiburan, dan kehidupan yang mewah.

Perkembangan ekonomi Jepang juga memberikan kontribusi terhadap munculnya city pop yang banyak terinspirasi oleh musik dari Barat.

Popularitasnya semakin meluas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui penggunaan Walkman dan sistem stereo mobil.

City pop tumbuh melalui berbagai musisi seperti Happy End, Sugar Babe, Tin Pan Alley, dan Tatsuro Yamashita.

Mereka umumnya menggabungkan elemen dari folk, pop rock, soul, R&B, jazz, funk, soft rock, boogie, dan disko.

Di awal tahun 1980-an, city pop mulai terkenal berkat karya-karya Tatsuro Yamashita, Mariya Takeuchi, Anri, dan beberapa penyanyi lain.

Pada waktu itu, city pop menjadi semakin disukai dan menjadi bagian dari musik populer di Jepang.

Salah satu lagu yang kemudian menjadi lambang genre ini adalah 'Plastic Love' yang dinyanyikan oleh Mariya Takeuchi.

Lagu ini dirilis dalam album Variety, sedangkan 'Stay With Me' dan 'Remember Summer Days' juga menjadi terkenal.

Sayangnya, popularitas city pop sempat menurun setelah terjadi perubahan selera musik dan berakhirnya masa ekonomi gelembung di Jepang.

Meski begitu, genre ini tidak sepenuhnya hilang dan kembali mendapat perhatian di era musik digital.

Musik City Pop Kembali Populer Lewat Platform Digital

Kebangkitan global city pop juga didorong oleh algoritma YouTube yang mulai merekomendasikan kembali lagu-lagu lama kepada para pengguna.

Lagu 'Plastic Love' menjadi salah satu karya yang paling mencuri perhatian banyak pendengar, baik di mancanegara maupun Tanah Air.

Versi lengkap 'Plastic Love' diunggah secara anonim ke YouTube pada tahun 2017 dan berhasil menarik perhatian pendengar dari seluruh dunia.

Mengutip penelitian Rhea Vichot yang diterbitkan dalam jurnal Transformative Works and Cultures pada 2024, unggahan tersebut membantu membentuk komunitas penggemar city pop di berbagai platform digital.

Rekomendasi algoritma YouTube juga membuat pendengar menemukan lagu-lagu Jepang lainnya dari era yang sama.

Fenomena serupa terjadi pada lagu berjudul Mayonaka no Door / Stay With Me milik Miki Matsubara.

Lagu yang dirilis pada 1979 ini kembali viral pada 2020 dan menjangkau pendengar dari berbagai generasi melalui Spotify serta TikTok.

Fenomena ini turut memperkenalkan kembali genre city pop kepada generasi pendengar yang lebih muda.

Di Indonesia, pengaruh city pop dapat dilihat dari beberapa nama terkenal seperti Maliq & D’Essentials, RAN, dan Tompi.

City pop juga lebih dikenal melalui sebutan pop urban yang berkembang di kalangan para musisi.

Itu dia informasi sekilas tentang genre city pop, aliran musik Jepang yang memiliki karakter khas perpaduan pop, jazz, funk, dan disko.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…