Sering Pakai Pimple Patch? Hindari 5 Kesalahan Ini agar Jerawat Tak Iritasi

Ilustrasi seorang perempuan sedang menempelkan pimple patch pada area pipi yang berjerawat.

Ilustrasi seorang perempuan sedang menempelkan pimple patch pada area pipi yang berjerawat.(Getty Images/Sergii Kolesnikov)

FF

By Farida Fakhira

Publish: 5 November 2026 - 10:01 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Pimple patch menjadi salah satu produk skincare yang berfungsi untuk membantu merawat jerawat.

Produk skincare satu ini memiliki bentuk yang kecil, mudah digunakan, dan bahkan beberapa di antaranya hadir dengan desain karakter yang unik seperti binatang dan hati.

Oleh sebab itu, tidak heran jika produk skincare ini sering menjadi andalan banyak orang untuk mengatasi jerawat yang muncul di waktu yang kurang tepat.

5 Kesalahan saat Menggunakan Pimple Patch Jerawat

Meskipun terlihat sangat praktis dan mudah digunakan, penggunaan pimple patch ternyata tidak boleh sembarangan.

Sebab, jika kamu salah memilih jenis pimple patch, menggunakannya terlalu lama, hingga mengabaikan kondisi kulit dapat menimbulkan risiko iritasi.

Dilansir dari Cleveland Clinic dan Everyday Health, pimple patch berbahan hydrocolloid dapat membantu menyerap cairan dari jerawat sekaligus melindungi area kulit agar tidak mudah tersentuh.

Namun, produk ini bukan solusi untuk semua jenis jerawat. Lantas, apa saja kesalahan yang perlu dihindari saat menggunakan pimple patch? Berikut lima di antaranya.

1. Menggunakan Pimple Patch di Jenis Jerawat yang Tidak Tepat

Salah satu alasan mengapa pimple patch tidak berfungsi dengan baik adalah karena pemilihan jenis jerawat yang tidak tepat.

Pimple patch yang terbuat dari bahan hydrocolloid lebih efektif digunakan pada jerawat yang sudah pecah atau memiliki nanah di permukaan kulit.

Bahan ini dirancang untuk menyerap nanah sekaligus memberikan perlindungan pada area jerawat dari gesekan dan kebiasaan memencet.

Di sisi lain, patch biasa kurang berhasil dalam mengatasi komedo atau jerawat batu yang berkembang lebih dalam di bawah permukaan kulit.

Oleh karena itu, jangan berharap setiap benjolan bisa langsung mengempis hanya dengan menggunakan patch.

Apabila jerawat terasa menyakitkan, berukuran besar, atau terus muncul kembali, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.

2. Memakai Pimple Patch Terlalu Lama atau Sebentar

Melepas pimple patch terlalu awal dapat mengakibatkan produk tidak cukup menyerap cairan dengan baik.

Akan tetapi, membiarkannya lebih lama dari waktu yang disarankan tidak memastikan jerawat akan lebih cepat sembuh.

Setiap produk memiliki pedoman penggunaan yang berbeda. Beberapa dirancang untuk digunakan selama beberapa jam, sedangkan yang lain dapat dipakai sepanjang malam.

Apabila patch berubah menjadi putih atau terlihat lebih besar, biasanya itu menandakan bahwa hydrocolloid telah menyerap cairan dari area jerawat.

Untuk mencegah iritasi, penting untuk mengikuti waktu yang tercantum pada kemasan. Lepaskan patch dengan hati-hati dan tidak boleh digunakan kembali setelah dilepas.

3. Menggabungkan Pimple Patch dengan Skincare Berbahan Aktif

Sebagian besar plester jerawat hanya memiliki hydrocolloid, sementara produk lainnya memiliki bahan aktif seperti asam salisilat atau tea tree oil.

Perbedaan dalam formula ini penting untuk diingat karena bahan aktif tambahan dapat memengaruhi reaksi kulit.

Apabila kamu memakai plester dengan formula aktif bersamaan dengan produk jerawat lain, seperti eksfolian atau retinoid, kulit mungkin akan iritasi, terutama jika beberapa produk diaplikasikan di area yang sama tanpa mengikuti petunjuk penggunaan.

4. Menggunakan Pimle Patch pada Kulit Sensitif

Perekat yang digunakan untuk membuat patch menempel di kulit dapat menyebabkan masalah bagi individu yang peka terhadap bahan-bahan perekat.

Selain itu, patch yang mengandung asam salisilat atau tea tree oil bisa membuat iritasi pada kulit yang sudah meradang menjadi lebih buruk.

Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, sangat penting untuk berhati-hati saat memakai pimple patch karena perekat atau bahan aktif tertentu bisa mengganggu kulit.

Jika kulitmu gampang merah, terasa sakit, atau menunjukkan reaksi setelah menggunakan produk yang mengandung perekat, pikirkan untuk tidak memakainya.

Jika kamu tetap ingin mencobanya, pilihlah produk dengan bahan yang tidak rumit dan ikuti petunjuk pemakaian dengan baik.

5. Menggunakan Pimple Patch untuk Mencegah Jerawat Batu

Patching jerawat sering kali dipandang sebagai cara yang efisien untuk menjaga kulit tetap bersih dan bebas dari jerawat. Namun, tujuan utama dari produk ini lebih terbatas dari itu.

Patch hydrocolloid berfungsi untuk menyerap cairan dari jerawat tertentu dan melindungi area tersebut agar tidak terpapar oleh tangan.

Keuntungan ini berbeda dengan perawatan pencegahan yang berfungsi untuk mengurangi penyumbatan pori-pori atau mengatur faktor-faktor yang memicu timbulnya jerawat.

Jadi, jangan asal menempelkan pimple patch setiap kali jerawat muncul. Kenali jenis jerawat, perhatikan kandungan produk, dan ikuti petunjuk pemakaiannya.

Itu dia lima kesalahan menggunakan pimple patch untuk mengatasi masalah jerawat yang sering kali tidak disadari.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…