ARASVARA.ID - Mengetahui kondisi berat badan bisa dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).
Metode menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) ini banyak digunakan untuk melihat perbandingan berat badan dan tinggi badan seseorang.
Meski bukan satu-satunya penentu kesehatan, namun menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat memberikan gambaran awal mengenai status berat badan yang normal atau tidak.
Lantas, bagaimana cara mengetahui IMT dan menghitungnya dengan benar? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Indeks Massa Tubuh (IMT)?
Indeks Massa Tubuh atau IMT adalah metode pengukuran yang membandingkan berat badan dengan tinggi badan seseorang.
Hasilnya hitungan tersebut berupa angka yang nantinya digunakan untuk mengelompokkan status berat badan, mulai dari kurang, normal, hingga berlebih.
Diketahui, IMT banyak digunakan dalam pemeriksaan kesehatan karena perhitungannya sederhana dan tidak membutuhkan peralatan khusus.
Meski begitu, metode ini hanya berfungsi sebagai skrining awal karena tidak mengukur kadar lemak tubuh secara langsung.
Menurut klasifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), IMT normal untuk orang dewasa berada pada rentang 18,5 hingga 24,9 kg/m².
Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT)
Untuk mengetahui IMT dengan mudah, kamu bisa menghitungnya dengan menggunakan rumus berikut ini:
IMT = Berat Badan (kg) ÷ [Tinggi Badan (m) × Tinggi Badan (m)]
Misalnya, seseorang memiliki berat badan 70 kg dengan tinggi badan 170 cm atau 1,7 meter.
Berikut perhitungannya:
1,7 × 1,7 = 2,89
70 ÷ 2,89 = 24,22
Jadi, hasil Indeks Massa Tubuh orang tersebut adalah 24,22 kg/m². Berdasarkan klasifikasi internasional WHO, angka ini masih termasuk kategori normal.
Klasifikasi IMT Normal Menurut WHO
WHO mengelompokkan status berat badan orang dewasa berdasarkan beberapa kategori. Berikut rinciannya:
Underweight (berat badan kurang): Di bawah 18,5
Normal: 18,5–24,9
Overweight (berat badan berlebih): 25,0–29,9
Obesitas kelas I: 30,0–34,9
Obesitas kelas II: 35,0–39,9
Obesitas kelas III: 40 atau lebih
Rentang 18,5–24,9 kg/m² menjadi acuan berat badan normal bagi orang dewasa. Sementara itu, obesitas dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan nilai IMT.
Namun, kategori tersebut bukan diagnosis medis. Pemeriksaan tambahan tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Masyarakat Asia, termasuk Indonesia, perlu memperhatikan risiko kesehatan yang bisa muncul pada angka IMT lebih rendah.
WHO memperkenalkan titik tindakan kesehatan tambahan pada IMT 23 dan 27,5 kg/m² untuk populasi Asia.
Artinya, risiko gangguan metabolik dapat mulai meningkat meskipun angka IMT belum mencapai batas overweight dalam klasifikasi internasional.
Tips Menjaga Berat Badan Tetap Sehat
Penting untuk diketahui, menjaga berat badan tidak harus dilakukan dengan diet ekstrem. Kamu bisa memulainya melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten, seperti:
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Mencukupi kebutuhan tidur dan istirahat.
Membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak berlebih.
Memantau berat badan serta lingkar pinggang secara berkala.
Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi jika mengalami perubahan berat badan yang tidak biasa.
Dengan mengetahui IMT dengan hitungan yang tepat, kamu bisa memahami kondsi berat badan lebih awal.
Demikian informasi mengenai cara menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) hingga tips menjaga berat badan tetap ideal.
