ARASVARA.ID - Seperti yang kita tahu, Eau de Parfum dan Extrait de Parfum merupakan dua jenis wewangian yang cukup populer di kalangan pecintan parfum.
Eau de Parfum dan Extrait de Parfum dikenal memiliki konsentrasi bahan pewangi yang relatif tinggi dan karakteristik yang berbeda saat digunakan.
Meski sekilas terdengar mirip, Eau de Parfum dan Extrait de Parfum tentu punya sejumlah perbedaan yang perlu diketahui.
Lantas, apa saja perbedaan dari Eau de Parfum dan Extrait de Parfum? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Eau de Parfum?
Eau de Parfum (EDP) diketahui memiliki konsentrasi bahan pewangi yang lebih tinggi daripada Body Mist.
Hasilnya, aroma yang dihasilkan oleh pewangi jenis ini cenderung lebih intens dan dapat bertahan lebih lama.
Selain cukup fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai kesempatan, seperti bekerja hingga menghadiri acara tertentu, pilihan aromanya juga beragam.
Meski begitu, ketahanan parfum jenis ini tidak hanya bergantung pada konsentrasinya saja, tetapi juga formula, kondisi kulit, dan cuaca yang dapat memengaruhi daya tahan aroma.
Apa Itu Extrait de Parfum?
Berbeda dari Eau de Parfum (EDP), Extrait de Parfum memiliki konsentrasi bahan pewangi yang relatif lebih tinggi.
Karakter aroma yang dihasilkan cenderung lebih pekat, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada formulasi masing-masing produk.
Dengan konsentrasi tinggi, beberapa parfum jenis ini cukup digunakan dalam sedikit semprotan saja.
Kendati demikian, intensitas dan daya sebar aroma yang dihasilkan tidak selalu sama pada setiap produk Extrait de Parfum.
4 Perbedaan Eau de Parfum dan Extrait de Parfum
1. Konsentrasi Bahan Pewangi
Eau de Parfum umumnya memiliki konsentrasi bahan pewangi sekitar 10–20 persen, sedangkan Extrait de Parfum sering berada di kisaran 15–40 persen.
Namun, rentang ini bukan standar mutlak karena setiap merek bisa memiliki formulasi berbeda. Jadi, jangan hanya terpaku pada label saat memilih parfum.
2. Ketahanan Aroma
Extrait de Parfum kerap dianggap lebih tahan lama karena konsentrasi bahan pewanginya relatif tinggi.
Namun, ketahanan parfum juga dipengaruhi oleh bahan yang digunakan, kondisi kulit, dan cuaca.
Eau de Parfum pun bisa bertahan cukup lama, tergantung formulanya. Karena itu, sebaiknya coba parfum secara langsung untuk mengetahui ketahanannya sebelum membeli.
3. Intensitas Aroma
Eau de Parfum biasanya menawarkan aroma yang cukup menonjol dan cocok untuk berbagai aktivitas. Sementara itu, Extrait de Parfum sering memiliki karakter aroma yang lebih pekat.
Meski begitu, aroma yang pekat belum tentu lebih mudah tercium dari jarak jauh. Daya tahan dan daya sebar parfum merupakan dua hal yang berbeda.
4. Harga dan Penggunaan
Extrait de Parfum sering dibanderol lebih mahal daripada Eau de Parfum, meskipun harga akhirnya tetap bergantung pada merek, bahan baku, dan ukuran kemasan.
Untuk penggunaan sehari-hari, EDP bisa menjadi pilihan praktis karena memiliki banyak varian aroma.
Sementara itu, Extrait de Parfum cocok dipertimbangkan jika kamu menyukai karakter wewangian yang lebih pekat.
Pilihan antara kedua jenis parfum ini bergantung pada kebutuhan dan selera masing-masing. Jika mencari parfum untuk aktivitas harian, EDP bisa menjadi pilihan.
Namun, jika kamu lebih tertarik untuk mencoba parfum dengan konsentrasi tinggi, Extrait de Parfum layak untuk dipertimbangkan.
Demikian informasi terkait perbedaan Eau de Parfum dan Extrait de Parfum, mulai dari konsentrasi hingga karakter aroma yang dihasilkan.
