ADVERTISEMENT

Apa Itu Attachment Style? Kenali 4 Jenis dan Ciri-cirinya dalam Hubungan

Ilustrasi pasangan yang saling berhadapan dengan ekspresi emosional.

Ilustrasi pasangan yang saling berhadapan dengan ekspresi emosional.(Pinterest/Cinematic Photography & Visual Storytelling)

FF

By Farida Fakhira

Publish: 25 Oktober 2026 - 11:48 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Istilah attachment style mungkin sudah sering kamu temui di media sosial, terutama saat membahas hubungan toxic, red flag, atau kebiasaan seseorang saat jatuh cinta.

Meski begitu, attachment style bukan hanya sekadar tren atau istilah viral tentang percintaan yang saat ini populer di kalangan Gen Z.

ADVERTISEMENT

Lebih dari itu, attachment style merupakan pola ketertarikan emosional yang memengaruhi cara seseorang dalam menjalin hubungan, mengungkapkan perasaan, hingga menghadapi konflik.

Adapun empat jenis attachment style yang umum dikenal, antara lain secure, anxious, avoidant, dan disorganized.

Lantas, seperti apa ciri dan definisi sebenarnya dari istilah tersebut? Simak informasi lengkapnya dalam rangkuman berikut ini.

Apa Itu Attachment Style?

Attachment style adalah pola keterikatan emosional yang memengaruhi cara seseorang menjalin hubungan dengan orang lain.

Konsep ini berakar dari teori keterikatan (attachment theory) yang dikembangkan psikolog John Bowlby.

Pengalaman masa kecil, termasuk hubungan dengan pengasuh, dapat ikut membentuk pola keterikatan seseorang.

Kendati demikian, pengalaman hidup dan hubungan yang dijalani saat dewasa juga bisa memengaruhinya.

4 Jenis Attachment Style

1. Secure Attachment

Orang dengan secure attachment cenderung memiliki pola pikir hingga kebiasaan yang stabil, hingga merasa nyaman dengan kedekatan emosional dan tetap bisa mandiri.

Mereka relatif lebih mudah mengungkapkan perasaan, membangun kepercayaan, dan menyelesaikan konflik bersama pasangan.

2. Anxious Attachment

Anxious attachment kerap ditandai dengan rasa khawatir berlebihan terhadap kemungkinan ditinggalkan atau ditolak.

Contohnya, terus memikirkan pesan yang belum dibalas atau membutuhkan kepastian berulang kali untuk merasa tenang.

3. Avoidant Attachment

Orang dengan avoidant attachment cenderung menjaga jarak ketika hubungan terasa terlalu intens atau terlihat serius.

Mereka mungkin kesulitan mengungkapkan perasaan atau lebih memilih menghadapi masalah sendiri daripada meminta dukungan pasangan.

Namun, menyukai waktu sendiri atau bersikap mandiri tidak otomatis berarti seseorang memiliki pola keterikatan ini.

4. Disorganized Attachment

Disorganized attachment menggambarkan pola ketika seseorang menginginkan kedekatan, tetapi juga merasa takut atau tidak nyaman saat hubungan semakin intim.

Akibatnya, mereka bisa terlihat maju-mundur dalam hubungan, seperti ingin dekat dengan pasangan tetapi tiba-tiba menarik diri.

Meski demikian, pola-pola dari empat jenis attachment style di atas tidak bisa disimpulkan hanya dari satu perilaku saja.

Akan tetapi, mengenali jenis-jenis dalam pola ketertarikan emosional dari diri sendiri maupun pasangan bisa membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan harmonis.

Jika kamu masih merasa kesulitan memahami pola ketertarikan yang dimiliki, kamu dapat berkonsultasi dengan tenaga ahli.

Demikian informasi mengenai apa itu attachment style dan empat ciri pola ketertarikan emosional yang umum terjadi dalam suatu hubungan.

ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…