ARASVARA.CO.ID - Cara mencegah kanker payudara tidak hanya berkaitan dengan pola hidup sehat, tatapi juga kesadaran untuk mengenali perubahan pada tubuh.
Umumnya, cara mencegah kanker payudara dapat dimulai dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan, mengindari rokok dan alkohol, serta mengenali perubahan pada payudara sejak dini.
Meski tidak semua kasus kanker payudara dapat dicegah, namun dengan melakukan kebiasaan sehat tersebut dinilai dapat membantu mengurangi sejumlah faktor risiko.
Selain faktor genetik dan usia, risiko kanker payudara juga dapat dipengaruhi oleh faktor hormonal, berat badan, konsumsi alkohol, dan aktivitas fisik.
Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan payudara dan mengurangi risiko kanker? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
9 Cara Mencegah Kanker Payudara
Dilansir dari laman Siloam Hospitals, berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan untuk mencegah kanker payudara sejak dini.
1. Konsumsi Makanan Bergizi
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan perbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian, dan sumber protein bergizi tinggi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Batasi makanan ultra-proses dan dagin olahan, serta sesuaikan asupan kalori dengan kebutuhan tubuh.
2. Jaga Berat Badan Ideal dan Sehat
Memiliki berat badan berlebih, terutama setelah menopause, dinilai berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara.
Dengan menjaga berat badan dalam rentang sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
3. Hindari Rokok
Sebagaimana yang kita ketahui, merokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis kanker.
Menghindari rokok dan paparan asap rokok merupakan bagian penting dari upaya untuk menjaga kesehatan tubuh.
4. Batasi dan Hindari Alkohol
Mengonsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Semakin sedikit alkohol yang dikonsumsi, maka semakin rendah juga risiko yang ditimbulkan.
Meski begitu, pilihan untuk tidak mengonsumsi alkohol bukan berarti terjamin akan terhindar dari risiko kanker.
5. Rutin Berolahraga
Melakukan aktivitas fisik seperti olahraga juga dapat membantu menjaga berat badan dan kesehatan metabolisme tubuh.
Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur, dengan target umum setidaknya 150 menit olahraga dengan insensitas sedang per minggu, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
6. Konsultasikan Terapi Hormon
Terapi hormon kombinasi estrogen dan progestogen setelah menopause dapat meningkatkan risiko kanker payudara, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.
Kamu bisa konsultasikan manfaat, risiko, dan durasi terapi dengan tenaga medis ataupun dokter sebelum memulai atau mengubah pengobatan.
7. Manfaatkan Proses Menyusui
Menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara. Nmaun, kemampuan dan keputusan menyusui setiap perempuan tentu berbeda.
Oleh karena itu, informasi ini sebaiknya menjadi edukasi kesehatan, bukan alasan untuk menyalahkan perempuan yang tidak dapat atau memilih untuk tidak menyusui.
8. Menjaga Kesehatan Mental
Mengelola stres, tidur cukup, dan menjaga keseimbangan aktivitas dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Meski pengelolaan stres belum terbukti secara langsung dapat mencegah kanker payudara, namun kesehatan mental tetap menjadi bagian penting dari kesehjateraan perempuan.
9. Kenali Perubahan Payudara dan Lakukan Deteksi Dini
Selain menjalani gaya hidup sehat, penting juga untuk mengenali kondisi normal payudara dan memperhatikan perubahan yang tidak biasa.
Langkah ini juga dikenal sebagai breast awareness atau kesadaran terhadap kondisi payudara guna mencegah risiko kanker.
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat membantu mengenali perubahan, seperti benjolan baru, perubahan bentuk, kulit yang tertarik, atau perubahan pada puting.
Namun penting untuk dipahami, SADARI bukan pengganti pemeriksaan medis dan tidak terbukti sebagai metode skrining yang dapat menurunkan angka kematian akibat kanker payudara.
Apabila kamu menemukan perubahan yang mencurigakan pada area payudara, segera konsultasikan keluhan tersebut kepada tenaga kesehatan.
Jangan menunda pemeriksaan jika menemukan gejala seperti benjolan baru, perubahan bentuk atau ukuran payudara, kulit yang menebal atau berlesung, puting yang tertarik ke dalam, maupun keluarnya cairan berdarah dari puting.
Cara mencegah kanker payudara dapat dimulai dengan langkah-langkah di atas, mulai dari melakukan pola hidup sehat hingga pemeriksaan payudara secara mandiri ataupun melalui konsultasi dengan dokter.
