ARASVARA.ID - Tanpa disadari, perkembangan zaman juga mempengaruhi perubahan bahasa. Salah satunya yaitu istilah gaul lawas yang diadaptasi Gen-Z ke bahasa Inggris.

Meski begitu, makna dan penggunaan kata dinilai serupa walaupun kebanyakan berasal dari slang bangsa western atau bahasa Inggris.

Menariknya, istilah tersebut jadi terdengar lebih kekinian, terutama saat digunakan untuk berinteraksi dengan teman-teman, baik secara langsung maupun lewat media sosial.

Istilah Gaul Lawas yang Diadaptasi Gen-Z ke Bahasa Inggris

1. "Kamseupay" Beralih Jadi "Cringe"

Pada tahun 2012, terdapat satu sinetron yang menceritakan tentang kehidupan anak sekolah dengan konsep drama musikal.

Salah satu tokoh antagonis pada sinetron tersebut sempat mengucapkan kata "Kamseupay" yang artinya kampungan sekali udik payah.

Istilah tersebut langsung viral di kalangan anak muda pada masa tersebut sebagai ungkapan untuk menggambarkan perasaan kurang nyaman, tidak suka, dan tidak sudi.

Saat ini, Gen-Z juga mempunyai ungkapan yang semakna dengan kata tersebut dan kerap digunakan saat berinteraksi kepada orang sekitar yaitu "Cringe".

"Cringe" merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris. Secara harfiah, arti "Cringe" yaitu jijik, biasanya digunakan untuk menggambarkan perasaan tidak nyaman, malu, ataupun canggung.

Penggunaan kata ini semakin populer di kalangan Gen-Z sebagai bahasa gaul dalam merespon suatu tindakan, kejadian, atau kondisi yang dinilai terlalu berlebihan sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman.

Contoh penggunaan kata "Cringe": Dia masih upload foto sama mantan setiap hari. Cringe banget!.

2. "Ciyus Miapah" Serupa dengan "For Real?"

"Ciyus Miapah" berasal dari kata "Serius, demi apa?". Ungkapan tersebut digunakan untuk menggambarkan reaksi kaget atau skeptis saat mendengar berita yang mengejutkan.

Page Break

Kata tersebut menjadi bahasa gaul yang sering dipakai oleh anak muda pada tahun 2012, sengaja diplesetkan agar terdengar lebih fenomenal sesuai dengan berita yang dikabarkan oleh lawan bicaranya.

Sementara itu, Neti-Z juga punya kalimat yang mengandung makna serupa, yaitu "For Real?".

"For Real?" artinya "Serius", "Beneran", atau "Yang Benar?". Istilah tersebut biasa digunakan untuk menanyakan kebenaran suatu berita, menyatakan kesungguhan, serta persetujuan. Bahkan, istilah tersebut juga sering disingkat jadi "fr".

Contoh penggunaan kata "For Real?":

- Menanyakan kebenaran berita : For real? Dia benar-benar memenangkan lomba itu?.

- Menyatakan kesungguhan: For real, aku serius mau ikut acara itu.

- Mengungkapkan persetujuan: For real! Aku juga berpikir begitu.

3. "Ge-er" Jadi "Delulu"

"Ge-er" berasal dari kata gede rasa atau kepedean. Bahasa gaul ini sudah ada sejak tahun 1970-an hingga awal 1980. Bahkan, berlanjut sampai tahun 2000-an.

Kini, Neti-Z beralih menggunakan istilah "Delulu" yang berasal dari kata "Delusional". Maknanya serupa dengan "Ge-er" yaitu menggambarkan seseorang yang memiliki kepercayaan diri tinggi, sehingga merasa dirinya lebih baik dibanding yang lain.

Namun, tidak semua yang mengatakan "Delulu" ke lawan bicaranya mengandung ucapan negatif. Terkadang bisa juga dipakai untuk bahan bercandaan.

Contoh pemakaian kata "Delulu": Belum chat-an, tapi aku udah bayangin kita nikah. Delulu sih.

4. "PHP" Berubah Menjadi "Ghosting"

Page Break

"PHP" merupakan singkatan dari pemberian harapan palsu. Biasanya dipakai sebagai bentuk kekecewaan atau ketidak percayaan terhadap tindakan lawan bicaranya. Pasalnya, hal tersebut terjadi sebab banyak janji yang tidak ditepati.

Saat ini, ada istilah yang serupa yaitu "Ghosting". Kata "Ghosting" berasal dari "ghost" artinya hantu. Jadi, bisa dipakai untuk menggambarkan seseorang yang tiba-tiba menghilang ketika hendak menjalin hubungan.

Contoh pemakaian kata "Ghosting": Awalnya dia setiap hari chat, tetapi setelah ketemu sekali langsung nggak pernah balas. Aku di-ghosting.

Istilah tersebut tidak hanya digunakan dalam konteks asmara saja, melainkan terhadap kondisi yang masih belum jelas kebenarannya.

5. "EGP" Serupa dengan "Idgaf"

"EGP" ialah singkatan dari "Emang Gua Pikirin" sebagai respon dari ketidak pedulian seseorang terhadap sesuatu yang terjadi dalam kehidupannya.

Terdapat juga istilah yang semakna yaitu "Idgaf" singkatan dari "I Don't Give A Fuck". Istilah tersebut termasuk slang dalam bahasa Inggris yang dipakai untuk menunjukkan sikap tidak peduli.

Penggunaan istilah gaul bahasa Inggris di kalangan Gen-Z menunjukkan bahwa bahasa terus berkembang mengikuti zaman.

Beberapa istilah yang sebenarnya sudah digunakan sejak lama kini kembali populer dengan makna dan penggunaan yang lebih beragam di media sosial.