ARASVARA.ID - Di era digital, sosial media bukan hanya sekedar sarana komunikasi antar individu, melainkan menjadi sumber informasi dan hiburan.
Banyak hal yang dapat ditemukan di dalamnya, mulai dari sesuatu remeh berupa gosip hingga data-data penting yang dapat digunakan untuk urusan pekerjaan.
Namun, kebiasaan scrolling dan menatap layar handphone dalam jangka waktu lama bisa membuat mata menjadi lelah, lebih parahnya lagi dapat mengubah zat kimia pada otak.
Efek Samping Scroll Sosial Media
Ingin tahu apa saja efek samping dari scroll social media secara berlebihan? Ikuti artikel ini sampai selesai.
1. Fokus Jadi Lebih Pendek
Efek samping yang pertama, dapat membuat kemampuan fokus jadi lebih pendek sehingga sulit untuk berkonsentrasi.
Social media didesain dengan kumpulan video pendek dan dibuat penasaran pada tiap gulirannya.
Hal tersebut memberikan trigger dopamine atau neurotransmitter yang membuat otak kecanduan sehingga terbiasa dengan stimulasi instan. Sehingga, jika mengerjakan tugas yang membutuhkan fokus panjang jadi terasa lebih berat.
2. Mood Gampang Down
Ketika membuka platform social media, yang disajikan biasanya berisi kegiatan dan pencapaian orang lain.
Sehingga, tanpa sadar dapat menjadi ajang pembanding diri sendiri dengan kehidupan yang ada di ruang publik digital.
Jika situasi tersebut sering terjadi, maka otak meresponnya dengan meningkatkan kortisol atau hormon stres. Tubuh menjadi gampang cemas dan merasa kurang tanpa alasan yang jelas.
3. Otak Kurang Sensitif
Otak yang sering terpapar stimulasi layar dalam waktu lama menjadi kebal dan sistem reward pun kurang sensitif. Mengobrol bersama teman, menyelesaikan tugas dan kegiatan sosial secara langsung menjadi terasa kurang menarik.
Ketiga hal di atas akan semakin mengganggu aktivitas hidup kamu di dunia nyata. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran diri bahwa telah berlebihan dalam menggunakan sosial media.
Tenang saja, otak bisa mereset jadi seperti semula, namun tidak mudah untuk dilakukan.
Mulai bangun habit yang berbeda dengan meluangkan waktu untuk kegiatan offline seperti berolahraga, melukis, membaca buku dan kegiatan lain yang membutuhkan fokus lebih.