Surat Al Alaq: Bacaan Arab, Latin, Arti, Asbabun Nuzul, dan Kandungannya

Ilustrasi membaca surat Al Alaq ayat 1-19

Ilustrasi membaca surat Al Alaq ayat 1-19(Pexels/Rizky Sabriansyah)

MA

By Mitha Aullia

Publish: 1 November 2026 - 07:34 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Surat Al Alaq termasuk ke dalam juz 30 dalam Al Quran di urutan ke-96, berada di antara surat At Tin dan surat Al Qadr.

Adapun, surat Al Alaq terdiri dari 19 ayat dan merupakan golongan surat Makkiyah. Ayat 1-5 merupakan ayat yang pertama kali diturunkan ketika Nabi Muhammad berkhalawat di gua Hira.

Al Alaq memiliki arti segumpal darah atau darah beku yang berbentuk ulat kecil, merujuk pada lafaz yang terdapat pada ayat kedua. Sejalan dengan itu, Surat ini pun memiliki nama lain surat Iqra atau Al Qalam.

Asbabun Nuzul Surat Al Alaq Ayat 1-5

Lima ayat pertama dalam surat Al Alaq diturunkan melalui Malaikat Jibril ketika Rasulullah SAW sedang menyendiri di dalam Gua Hira. Di tengah keheningan itu, wahyu pertamanya pun tersampaikan.

Melansir berbagai sumber, berdasarkan riwayat Imam Bukhari dan Muslim, kala itu Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah seraya berkata 'Iqra!' yang dijawab bahwa ia tidak bisa membaca, sampai kemudian Jibril memeluknya dan membacakan lima ayat awal Al Alaq.

Asbabun Nuzul Surat Al Alaq ayat 1-5 menjadi tanda awal kenabian Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran agama Islam.

Bacaan Surat Al Alaq Lengkap 1-19

اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ

  1. Iqra bismi rab bikal lazii khalaq

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,

خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍ‌ۚ‏

  1. Khalaqal insaana min 'alaq

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ

  1. Iqra wa rab bukal akram

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ

  1. Al lazii 'allama bil qalam

Yang mengajar (manusia) dengan pena.

عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ

  1. 'Al lamal insaana ma lam y'alam

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya

كَلَّاۤ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَيَطۡغٰٓىۙ‏

  1. Kallaa innal insaana layatghaa

Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,

اَنۡ رَّاٰهُ اسۡتَغۡنٰىؕ

  1. Ar-ra aahus taghnaa

apabila melihat dirinya serba cukup.

اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجۡعٰىؕ‏

  1. Innna ilaa rabbikar ruj'aa

Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).

اَرَءَيۡتَ الَّذِىۡ يَنۡهٰىؕ

  1. Ara-aital lazii yanhaa

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?

عَبۡدًا اِذَا صَلّٰىؕ‏

  1. 'Abdan iza sallaa

seorang hamba ketika dia melaksanakan shalat

اَرَءَيۡتَ اِنۡ كَانَ عَلَى الۡهُدٰٓىۙ

  1. Ara-aita in kana 'alal hudaa

bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang shalat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),

اَوۡ اَمَرَ بِالتَّقۡوٰىۙ‏

  1. Au amara bit taqwaa

atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

اَرَءَيۡتَ اِنۡ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىؕ

  1. Ara-aita in kaz zaba wa ta walla

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

اَلَمۡ يَعۡلَمۡ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىؕ

  1. Alam y'alam bi-an nal lahaa yaraa

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

كَلَّا لَٮِٕنۡ لَّمۡ يَنۡتَهِ ۙ لَنَسۡفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِۙ

  1. Kalla la illam yantahi la nasfa'am bin nasiyah

Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ‌

  1. Nasiyatin kazi batin khaatiyah

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.

فَلۡيَدۡعُ نَادِيَهٗ

  1. Fal yad'u naadiyah

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

سَنَدۡعُ الزَّبَانِيَةَ

  1. Sanad 'uz zabaaniyah

Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),

كَلَّا ؕ لَا تُطِعۡهُ وَاسۡجُدۡ وَاقۡتَرِبْ۩

  1. Kalla; la tuti'hu wasjud waqtarib

sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

Kandungan Surat Al Alaq

Sebagaimana diketahui, Al Alaq memiliki nama lain Iqra atau Al Qalam yang artinya bacalah. Adapun, kandungan dalam surat ini senantiasa memerintahkan kita untuk selalu membaca ajaran maupun Al Quran.

Tidak hanya sekadar membaca, namun menghubungkan langsung dengan Tuhan. Maka Allah SWT menyebut bahwa ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui sekaligus melalui pena.

Melalui surat Al Alaq, Allah SWT memerintahkan untuk belajar membaca dan menulis karena keduanya merupakan media penting untuk mempelajari ilmu agama.

Selain itu, Surat Al Alaq juga menjelaskan tentang ingkarnya manusia terhadap nikmat serta perintah Allah SWT ketika tengah berada dalam keadaan sejahtera.

Seharusnya manusia bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia dan berkah yang diberikan karena semuanya pun akan kembali kepada Allah.

Demikian penjelasan tentang surat Al Alaq yang bisa kamu ketahui mulai dari bacaan ayat 1-19, asbabun nuzul, hingga kandungan di dalamnya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…