Semarang Siap Kembangkan Bus Hidrogen Fuel Cell Canggih Pertama Buat Transportasi Masal

Polines Semarang membuat bus listrik hidrogen fuel cell dengan harga Rp4-Rp6 Miliar.

Polines Semarang membuat bus listrik hidrogen fuel cell dengan harga Rp4-Rp6 Miliar.(Polines Semarang)

FA

By Fadliansyah

Publish: 12 Oktober 2026 - 22:31 WIB
Share:

ARASVARA.ID - Kota Semarang kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menghadirkan inovasi transportasi ramah lingkungan berteknologi tinggi di Jawa Tengah. Langkah besar ini ditandai dengan dimulainya proyek pengembangan bus listrik berbasis sel bahan bakar hidrogen (hydrogen fuel cell) yang diproyeksikan menjadi moda transportasi publik masa depan.

Melansir dari Politeknik Negeri Semarang, inovasi kendaraan umum ini memanfaatkan teknologi penggerak hidrogen murni yang mampu menghasilkan energi listrik tanpa menyisakan emisi gas buang berbahaya bagi lingkungan kota. Penggunaan bus hidrogen ini menjadi babak baru dalam transformasi transportasi perkotaan Indonesia menuju era bebas emisi (zero emission).

Inisiatif canggih ini diharapkan tidak hanya menekan tingkat polusi udara secara signifikan, tetapi juga menjadi contoh nyata penerapan teknologi hijau yang efisien bagi wilayah perkotaan lainnya.

  • Pengembangan Moda Transportasi Ramah Lingkungan: Bus listrik berbasis hidrogen menghasilkan emisi berupa uap air murni murni tanpa gas karbon berbahaya.

  • Efisiensi Pengisian Daya Cepat: Sistem isi ulang hidrogen hanya membutuhkan waktu beberapa menit, jauh lebih singkat dibandingkan pengisian baterai listrik konvensional.

  • Dukungan Daya Jarak Tempuh Panjang: Kendaraan mampu menempuh jarak yang jauh dalam sekali pengisian penuh tanpa perlu sering berhenti di stasiun pengisian.

Plt Wali Kota Semarang dalam kesempatan acara peluncuran proyek kerja sama ini menyampaikan pandangan optimistisnya mengenai arah baru transportasi publik kota.

Ketua Tim Inventor Teknologi, Prof. Ir. Yusuf Dewantoro Herlambang mengatakan,

"Pengembangan bus listrik berbasis fuel cell hidrogen ini merupakan langkah strategis Semarang menuju kota hijau berbasis teknologi. Kita ingin menjadi pelopor transportasi publik masa depan yang bersih dan efisien." ujar dia.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah untuk terus memodernisasi armada transportasi umum demi kenyamanan masyarakat sekaligus menjaga kualitas udara kota.

Lebih lanjut, perwakilan tim pengembang teknis juga menegaskan keunggulan utama dari adopsi sistem penggerak hidrogen ini,

"Teknologi fuel cell hidrogen memberikan solusi atas keterbatasan waktu pengisian baterai pada kendaraan listrik biasa, sehingga operasional bus dapat berjalan jauh lebih efektif sepanjang hari." ujarnya.

Adapun total investasi dan kemampuan bus hidrogen fuel cell, sebagai berikut ;

  • Investasi Total Proyek Pengembangan: Proyek uji coba dan pengembangan sistem transportasi hidrogen di Semarang ini menyerap dana investasi awal sebesar Rp150 miliar.

  • Kapasitas Daya dan Tangki Hidrogen: Bus dibekali sistem fuel cell berkapasitas 80 kW dengan kapasitas simpan tangki hidrogen mencapai 20 kg.

  • Jarak Tempuh Maksimal: Dalam kondisi tangki penuh, bus mampu melaju hingga sejauh 350 km sampai 400 km.

  • Waktu Pengisian Tangki (Refueling Time): Proses pengisian ulang gas hidrogen hingga penuh hanya membutuhkan waktu 10 menit sampai 15 menit.

  • Estimasi Harga Bus Hidrogen Per Unit: Satu unit armada bus listrik fuel cell hidrogen ini diproyeksikan dibanderol pada kisaran harga Rp4,5 miliar hingga Rp6 miliar.

Adopsi teknologi hidrogen pada bus perkotaan memberikan keuntungan ganda, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun dari sisi keberlanjutan operasional jangka panjang. Dampak positifnya meliputi:

  • Penurunan Beban Emisi Karbon Perkotaan: Menghilangkan emisi gas rumah kaca di sepanjang jalur lintasan operasional bus harian.

  • Penghematan Biaya Perawatan Rutin: Mesin berbasis hidrogen memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit ketimbang mesin pembakaran internal (ICE).

Guna mendukung kelancaran operasional armada baru ini, pemerintah daerah bersama mitra strategis tengah merancang penyediaan sarana penunjang:

  • Pembangunan Stasiun Pengisian Hidrogen (HRS): Menyiapkan infrastruktur pengisian gas hidrogen di titik-titik rute strategis Semarang.

  • Uji Coba Rute Operasional: Melakukan uji coba pengoperasian armada pada rute pemungut (feeder) dan koridor utama transportasi kota.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…