China Potong Insentif EV, Siap-Siap Era Mobil Listrik Murah Bakal Segera Berakhir

Mobil EV sedang Charging

Mobil EV sedang Charging(Pinterest/Namasthe Telengana)

FA

By Fadliansyah

Publish: 2 Oktober 2026 - 22:17 WIB
Share:

ARASVARA.ID - ​Siap-siap denger kabar kurang enak buat kamu para EV enthusiast! Era mobil listrik harga ramah kantong dari Negeri Tirai Bambu tampaknya bakal segera berakhir.

​Pemerintah China secara resmi mulai mengencangkan sabuk pengaman ekonomi mereka dengan cara memangkas berbagai insentif untuk sektor kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).

​Langkah kejutan ini diprediksi bakal langsung bikin domino effect ke pasar otomotif global, tak terkecuali pasar Indonesia.

​Selamat Tinggal Era Bebas Pajak 11 Tahun

​Kebijakan paling mencolok datang dari sektor komponen paling vital pada mobil listrik, yaitu baterai.

​Pemerintah China resmi menarik kembali pemungutan pajak konsumsi untuk baterai lithium-ion.

​Langkah tegas ini mengakhiri masa manis fasilitas bebas pajak yang sudah dinikmati industri otomotif selama 11 tahun berturut-turut sejak 2015.

​Aturan baru tersebut tertuang dalam pengumuman bersama Kementerian Keuangan, Administrasi Umum Kepabeanan, serta Administrasi Pajak Negara China Nomor 20 Tahun 2026.

​Baterai Lithium-Ion Makin Mahal, Pabrikan Meringis

​Berdasarkan regulasi anyar ini, baterai lithium-ion bakal langsung dikenakan tarif pajak sebesar 2 persen.

​Angka pemungutan pajak konsumsi tersebut tidak berhenti di situ saja.

​Pasalnya, tarif pajak bakal merangkak naik lagi menjadi 4 persen.

​Dampaknya sudah mulai terasa di mana produsen baterai raksasa seperti EVE Energy langsung berencana membebankan tambahan biaya pajak 2 persen ini langsung ke harga jual.

​Beijing Beralih Fokus ke Teknologi Baterai Masa Depan

Page 1 of 4

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…