ARASVARA.ID - Siap-siap denger kabar kurang enak buat kamu para EV enthusiast! Era mobil listrik harga ramah kantong dari Negeri Tirai Bambu tampaknya bakal segera berakhir.
Pemerintah China secara resmi mulai mengencangkan sabuk pengaman ekonomi mereka dengan cara memangkas berbagai insentif untuk sektor kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).
Langkah kejutan ini diprediksi bakal langsung bikin domino effect ke pasar otomotif global, tak terkecuali pasar Indonesia.
Selamat Tinggal Era Bebas Pajak 11 Tahun
Kebijakan paling mencolok datang dari sektor komponen paling vital pada mobil listrik, yaitu baterai.
Pemerintah China resmi menarik kembali pemungutan pajak konsumsi untuk baterai lithium-ion.
Langkah tegas ini mengakhiri masa manis fasilitas bebas pajak yang sudah dinikmati industri otomotif selama 11 tahun berturut-turut sejak 2015.
Aturan baru tersebut tertuang dalam pengumuman bersama Kementerian Keuangan, Administrasi Umum Kepabeanan, serta Administrasi Pajak Negara China Nomor 20 Tahun 2026.
Baterai Lithium-Ion Makin Mahal, Pabrikan Meringis
Berdasarkan regulasi anyar ini, baterai lithium-ion bakal langsung dikenakan tarif pajak sebesar 2 persen.
Angka pemungutan pajak konsumsi tersebut tidak berhenti di situ saja.
Pasalnya, tarif pajak bakal merangkak naik lagi menjadi 4 persen.
Dampaknya sudah mulai terasa di mana produsen baterai raksasa seperti EVE Energy langsung berencana membebankan tambahan biaya pajak 2 persen ini langsung ke harga jual.
