ARASVARA.ID - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), selaku distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar forum diskusi berjudul “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampak pada Industri Otomotif Indonesia” dalam rangkaian acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang diselenggarakan pada (7/8/2026).
Forum tersebut digelar untuk membahas kesiapan implementasi biodiesel B50 di Indonesia yang melibatkan regulator, produsen kendaraan niaga, pelaku usaha transportasi, hingga asosiasi logistik.
Terdapat beberapa topik yang dibahas mengenai implementasi biodiesel B50 di Indonesia, diantaranya regulasi, ketersediaan teknologi, serta dampak terhadap operasional bisnis di masa mendatang.
Baca Juga:
Mitsubishi Fuso Siap Dukung Pariwisata Indonesia dengan Menghadirkan Canter Extra Long Bus
Pembahasan Terkait Implementasi Biodiesel B50 di GIIAS 2026
1. Proses Pengujian Implementasi B50
Pemerintah menyatakan bahwa implementasi Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis kelapa sawit, B50, perlu melalui proses panjang dan berbagai tahap uji coba, tidak ditetapkan secara instan agar memberikan hasil yang optimal.
Rangkaian tahapan uji coba yang telah dilakukan meliputi pengujian kendaraan dengan jarak tempuh hingga 40.000 kilometer dan bobot di atas 3,5 ton. Pengujian kemudian dilanjutkan dengan pengecekan berbagai komponen, mulai dari mesin, fuel line, hingga fuel filter yang dianalisis bersama para ahli teknis dari masing-masing pabrik.
Baca Juga:
Hino Bus RM 280 ABD Retarder Hadir di Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2026
Selain itu, setiap peningkatan kandungan biodiesel selalu disertai dengan peningkatan kualitas B100 (FAME) serta pengawasan mutu bahan bakar.
"Formulasi B50 tidak ditetapkan secara instan, tetapi melalui proses panjang sejak implementasi B25 hingga berbagai tahapan pengujian, termasuk uji jalan sejauh 40.000 kilometer pada kendaraan niaga di atas 3,5 ton. Setelah pengujian selesai, komponen mesin, fuel line, hingga fuel filter dianalisis bersama para ahli teknis dari para pabrikan. Peningkatan kandungan biodiesel juga selalu diiringi dengan peningkatan kualitas B100 (FAME) serta pengawasan mutu bahan bakar di lapangan," Ungkap Cahyo Setyo Wibowo, selaku Koordinator Pokja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM.
2. Kesiapan Kendaraan Niaga
Setelah melalui berbagai tahapan uji coba, Mitsubishi Fuso Canter dinyatakan lolos pengujian dan siap mendukung implementasi biodiesel B50.
"Mitsubishi Fuso Canter telah berhasil melewati rangkaian uji jalan biodiesel B50 yang diselenggarakan oleh pemerintah sejauh 40.000 kilometer. Hasil pengujian menunjukkan Canter tetap memberikan performa optimal, dengan sistem mesin dan bahan bakar bekerja sesuai standar operasional. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Mitsubishi Fuso Canter telah teruji menggunakan biodiesel B50." tutur Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.
Beliau juga menyampaikan bahwa perawatan kendaraan secara berkala diperlukan untuk menjaga performanya. Dengan begitu, konsumen dianjurkan melakukan pemeriksaan kendaraan di jaringan bengkel resmi Mitsubishi Fuso.
"Kami juga mengimbau seluruh konsumen untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan kendaraan secara berkala di jaringan bengkel resmi Mitsubishi Fuso. Langkah preventif ini penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal" ujar Aji Jaya.
