TANGERANG, ARASVARA.ID – Produsen kendaraan mobil listrik asal Cina, PT BYD Motor Indonesia memperluas pemahaman mengenai perkembangan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV).
Melalui sesi ini, BYD memperkenalkan filosofi electric-first yang menjadi dasar pengembangan Dual Mode (DM) Technology, sekaligus menjelaskan tiga pendekatan teknologinya, yaitu DM-i (Dual Mode Intelligent) yang berfokus pada efisiensi, DM-p (Dual Mode Powerful) yang mengedepankan performa, serta DMO (Dual Mode Off-road) yang dirancang untuk menghadirkan kapabilitas off-road.
Ketiga platform tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin beragam, mulai dari penggunaan harian yang hemat energi hingga kebutuhan performa tinggi dan kemampuan menjelajah berbagai medan.
Baca Juga:
Ramalan Zodiak Aries Hari Jumat 7 Agustus 2026: Hindari Sifat Impulsif
Teknologi Dual Mode (DM) mengintegrasikan motor listrik dan mesin pembakaran melalui sistem manajemen energi yang bekerja secara cerdas dan otomatis. Dengan menggabungkan keunggulan kendaraan listrik dan efisiensi penggunaan bahan bakar, teknologi ini dirancang untuk menghadirkan performa yang responsif, fleksibilitas penggunaan energi, serta biaya operasional dan emisi yang lebih efisien dibandingkan kendaraan konvensional (ICE).
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui filosofi electric-first, yaitu konsep yang menempatkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama dalam sebagian besar kondisi berkendara. Teknologi DM memprioritaskan penggunaan motor listrik untuk menggerakkan kendaraan, sementara mesin hybrid bekerja secara cerdas untuk menghasilkan energi listrik ke baterai maupun memberikan tambahan tenaga ke roda ketika diperlukan. Seluruh perpindahan mode berlangsung secara otomatis melalui sistem manajemen energi yang akan menyesuaikan dengan kondisi jalan dan kebutuhan tenaga, sehingga pengguna dapat menikmati pengalaman berkendara yang lebih halus, responsif, senyap, sekaligus efisien.
Karakter tersebut kemudian dirangkum dalam konsep Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit (GASS) sebagai representasi pengalaman berkendara yang ingin dihadirkan melalui teknologi DM. Sejak pertama kali diperkenalkan melalui DM 1.0 pada 2008, teknologi Dual Mode terus mengalami penyempurnaan hingga memasuki generasi kelima, DM 5.0. Setiap generasi menghadirkan peningkatan pada efisiensi sistem hybrid, performa, pengelolaan energi, serta pengalaman berkendara, sehingga teknologi Dual Mode terus berkembang untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin beragam. Evolusi tersebut menjadi fondasi bagi BYD dalam menghadirkan berbagai pendekatan teknologi yang disesuaikan dengan karakter penggunaan yang berbeda.

Baca Juga:
15 Kode Redeem FC Mobile Update Siang Bisa Kamu Klaim Kamis 6 Agustus 2026, Jangan Sampai Kehabisan!
Penerapan filosofi electric-first tersebut telah diwujudkan melalui BYD M6 DM, model pertama yang mengusung Dual Mode Technology di Indonesia. Kehadiran model ini turut memperkenalkan pendekatan baru terhadap kendaraan DM sekaligus mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap solusi mobilitas yang menggabungkan efisiensi, performa, dan fleksibilitas dalam satu kendaraan.
Perkembangan tersebut juga menunjukkan pentingnya pemahaman yang lebih komprehensif mengenai cara kerja dan keunggulan Dual Mode Technology, sehingga masyarakat dapat menentukan solusi mobilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Selama lebih dari dua dekade, BYD menjadi salah satu pionir dalam pengembangan Dual Mode Technology yang kini telah berevolusi hingga generasi kelima. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kami dalam menghadirkan solusi elektrifikasi yang mampu menjawab beragam kebutuhan mobilitas. Di Indonesia, kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap teknologi ini, yang tercermin dari lebih dari 4.000 pemesanan BYD M6 DM sejak diperkenalkan. Respons tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya semakin terbuka terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien, tetapi juga memiliki ketertarikan untuk memahami teknologi yang mendasarinya," jelas Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia dalam keterangannya Kamis (6/8/2026).
"Karena itu, kami ingin memperluas pemahaman mengenai filosofi electric-first, cara kerja Dual Mode Technology, serta karakter masing-masing platform, sehingga masyarakat dapat mengenal berbagai pendekatan elektrifikasi dan menentukan solusi mobilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka," sambung Luther.
Baca Juga:
Ramalan Zodiak Virgo Jumat 7 Agustus 2026: Keuangan dan Asmara Berjalan Baik!
Dengan fondasi tersebut, BYD mengembangkan teknologi Dual Mode ke dalam tiga pendekatan yang dirancang untuk karakter penggunaan yang berbeda. DM-i (Dual Mode Intelligent) dikembangkan bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi energi dan kenyamanan untuk mobilitas sehari-hari. DM-p (Dual Mode Powerful) menghadirkan performa dan akselerasi yang lebih tinggi dengan tetap mempertahankan efisiensi energi. Sementara DMO (Dual Mode Off-road) adalah teknologi yang dirancang untuk menghadapi berbagai karakter jalan Off-road melalui kombinasi performa tinggi, struktur kendaraan yang kokoh, dan kemampuan jelajah yang lebih luas.
Sebagai salah satu pendekatan dalam platform teknologi DM-i (Dual Mode Intelligent) dikembangkan bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi energi tanpa mengorbankan kenyamanan maupun performa berkendara. Mengusung filosofi electric-first, DM-i menempatkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama, sementara mesin hybrid bekerja secara cerdas untuk menghasilkan energi listrik maupun memberikan tambahan tenaga ke roda ketika diperlukan. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui integrasi 3 komponen utama, yaitu mesin hybrid, Electric Hybrid System (EHS), Blade Battery, yang bekerja sebagai satu sistem untuk menghadirkan pengalaman berkendara layaknya kendaraan listrik sekaligus mempertahankan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
Salah satu komponen utama pada platform DM-i adalah mesin hybrid 1.5L naturally aspirated yang efisien, dimana efisiensi termal dapat dicapai hingga 46.06%, salah satu yang tertinggi pada mesin produksi massal di dunia. Pencapaian tersebut didukung oleh berbagai inovasi, termasuk rasio kompresi 16:1, Exhaust Gas Recirculation (EGR), Intelligent Split Cooling Technology, serta algoritma knock control yang bekerja menjaga stabilitas pembakaran pada rasio kompresi ultra-tinggi, sehingga mesin ini dapat memakai bensin dengan Research Octane Number (RON) rendah atau minimum RON 92. Seluruh teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan proses pembakaran, mengurangi kehilangan energi, sekaligus meningkatkan efisiensi termal mesin.
Kinerja mesin kemudian dipadukan dengan Electric Hybrid System (EHS), sebuah sistem penggerak listrik yang mengintegrasikan motor listrik, kontrol elektronik, single-gear reducer, direct-drive clutch, serta sistem pendingin oli ke dalam satu unit yang lebih ringkas. Integrasi tersebut mampu mengurangi bobot dan volume sistem hingga sekitar 30%, sehingga meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga sekaligus menghasilkan respons akselerasi yang lebih baik.
Melalui sistem ini, sebagian besar perjalanan dapat dilakukan menggunakan motor listrik, sehingga kendaraan mampu menghadirkan karakter berkendara yang responsif, halus, dan senyap layaknya kendaraan listrik (EV), sekaligus mengoptimalkan efisiensi penggunaan energi. Berdasarkan simulasi internal BYD, dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, BYD M6 DM yang menggunakan platform DM-i memiliki potensi efisiensi konsumsi bahan bakar hingga mencapai 65 km/L untuk simulasi uji coba perjalanan sejauh sekitar 150 kilometer yang sudah dilakukan secara internal.
Baca Juga:
Ramalan Zodiak Capricorn Hari Jumat 7 Agustus 2026: Keuangan Meningkat
Jika Teknologi DM-i berfokus pada efisiensi, teknologi DM-p (Dual Mode Powerful) dirancang bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi. Dengan penambahan motor listrik di bagian belakang (Rear Powertrain Assembly), DM-p mengadopsi konfigurasi sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) dengan motor listrik pada roda depan dan belakang yang mampu mendistribusikan tenaga yang tinggi ke seluruh bagian roda. Pendekatan ini menghasilkan akselerasi yang lebih responsif, traksi yang lebih baik, serta stabilitas berkendara yang tetap terjaga pada berbagai kondisi jalan.
Pada kendaraan yang menggunakan platform DM-p, BYD mengadopsi mesin hybrid 1,5L Turbo yang dirancang untuk menghadirkan performa lebih tinggi. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 115 kW (156 PS), torsi maksimum 225 Nm, serta efisiensi termal hingga 45,3%. Selain menghadirkan performa yang lebih tinggi, platform DM-p juga dirancang agar pengemudi tetap memperoleh pengalaman berkendara yang halus dan nyaman melalui pengelolaan tenaga yang berlangsung secara otomatis. Sistem akan menentukan kombinasi penggunaan motor listrik dan mesin sesuai kondisi jalan maupun kebutuhan tenaga.
Melalui DMO (Dual Mode Off-road), BYD memperluas penerapan filosofi electric-first ke segmen kendaraan yang dirancang untuk menghadapi beragam karakter perjalanan, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga penjelajahan di berbagai kondisi jalan. Dalam ekosistem BYD Group, teknologi ini direpresentasikan salah satuya melalui model-model dari DENZA, merek premium BYD, seperti DENZA B5 dan DENZA B8.
Untuk mewujudkan kemampuan tersebut, BYD mengembangkan arsitektur khusus DMO yang mengintegrasikan World’s First Front Longitudinal Electric Hybrid System (EHS), mesin hybrid longitudinal 1.5L turbo, serta motor belakang yang dirancang untuk menghadapi berbagai karakter medan.
Teknologi tersebut dipadukan dengan Cell-to-Chassis (CTC) dan Hybrid Ladder Frame Body untuk menghasilkan struktur kendaraan dengan kekakuan bodi lebih tinggi. Peningkatan torsional rigidity hingga 38 persen membantu menghadirkan stabilitas yang lebih baik, pengendalian lebih presisi, serta rasa percaya diri yang lebih tinggi saat melintasi beragam kondisi jalan.
Baca Juga:
ChatGPT Mampu Membaca Garis Tangan, Gen Z Tidak Perlu Datang ke Orang Pintar
DMO juga dilengkapi dengan berbagai Terrain Modes yang menyesuaikan distribusi tenaga dan karakter pengendalian berdasarkan kondisi permukaan jalan, mulai dari Snow, Sand, Mud, Mountain, Rock, hingga Wading Mode.
Melalui penerapannya pada Denza B5 dan Denza B8, DMO menunjukkan bahwa filosofi electric-first tidak hanya menghadirkan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari, tetapi juga mampu mendukung kendaraan premium dengan performa, ketangguhan, stabilitas, dan kenyamanan di berbagai medan. (Dji)
