JAKARTA, ARASVARA.ID - Dua pabrik komponen atau sparepart otomotif asal Jepang di Jawa Timur bakal hengkang dari Indonesia ke negara ASEAN Vietnam.
Penasihat Khusus Presiden Bidan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menerangkan, kondisi tersebut berpotensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap buruh.
Said menyebut kedua perusahaan tersebut yakni PT J dan PT S dan memiliki induk Usaha di Jepang.
Baca Juga:
Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 23 Juni 2026 Naik Rp5.000, Masih Murah Saatnya Beli Sekarang!
“Memang kemungkinan baru omong-omong ya, baru omong-omong 4 ribu. Tapi saya sih enggak begitu yakin 4 ribu. Karena ini baru omong-omong. Kan biasanya kalau manajemen itu ambil call tinggi, mungkin ribuan tidak mungkin 4 ribu,” kata Said Iqbal kepada wartawan di Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Presiden Partai Buruhi mengatakan saat ini PT S memiliki 4 ribu karyawan, berpotensi terancam di PHK sebanyak 3 ribu karyawan.
Sedangkan PT J memiliki sekitar 7 ribu karyawan potensi yang di PHK capai 4 ribu karyawan. Total dampak pemindahan pabrik ini kemungkinan 7 ribu buruh bisa jadi korban PHK.
Baca Juga:
3 Alasan Kuat Menggunakan Skincare dengan Kandungan Niacinamide
“Memang agak besar, tapi kalau kita bisa meyakinkan mereka prinsipal di Jepang, kita bisa meyakinkan mereka prinsipal di Jepang kemungkinan pindah ke Vietnam itu tidak akan dilakukan. Karena ini juga belum terjadi. Pemindahan itu engga semudah itu. Kemungkinan itu kata mereka 1-2 tahun ke depan,” ucap Said Iqbal. (Dji)
