Oleh: Pemimpin Redaksi Arasvara/ Sutiyono
ARASVARA.ID - PEMPROV DKI Jakarta bakal memperluas layanan transportasi di wilayahnya. Bukan cuma darat, layanan transportasi juga akan dilakukan di udara dan laut.
Saat ini perluasan pelayanan transportasi udara dan laut sedang digarap. Masih menunggu pijakan aturannya yakni Peraturan Daerah (Perda).
Khusus transportasi udara perkotaan di Jakarta, bagi kebanyakan publik bisa jadi mengerutkan dahi. Paralel dengan itu, beragam pertanyaan pun mengemuka.
Apakah layanan transportasi udara cuma sekadar mimpi yang berujung pada wacana semata. Atau sebaliknya, bahwa transportasi udara perkotaan bakal benar-benar hadir karena memang itu sebuah kebutuhan kota besar sekelas Jakarta.
Gubernur Pramono Anung Wibowo mengaku sedang menyiapkan konsep transportasi udara perkotaan. Nantinya Jakarta memiliki sistem angkutan yang mencakup darat, laut, dan udara.
Gagasan Gubernur Pramono kontan saja menjadi obrolan hangat di mana-mana. Di kafe, kedai kopi maupun tempat tongkrongan lainnya, perbincangan seputar perluasan transportasi udara dan laut terus menggelinding.
Terkait transportasi udara perkotaan di Jakarta, suara publik terbelah. Ada yang kurang yakin, tetapi tidak sedikit warga optimis bahwa transportasi udara bisa terwujud.
Pemprov DKI Jakarta bermaksud akan menyiapkan transportasi udara seiring dengan perkembangan kota. Jakarta sebagai kota megapolitan dengan mobilitas yang sangat tinggi perlu adanya transportasi darat, laut, dan udara.
Sejauh ini salah satu moda yang diperhitungkan sebagai sarana transportasi udara perkotaan di Jakarta adalah helikopter.
Seperti halnya kota-kota besar negara maju di dunia, helikopter menjadi angkutan transportasi udara perkotaan. Contohnya New York, Amerika Serikat.
Sebagaimana Transjakarta darat yang mengadopsi model layananan di Bogota, Kolombia. Transportasi udara perkotaan, sinyalnya juga akan meniru negara lain. Kemungkinan besar mengadopsi New York, Amerika Serikat.
Jakarta sebagai kota besar yang masuk kota global dunia, layanan transportasi udara perkotaan memang sudah saatnya dipikirkan dan dipersiapkan sejak sekarang.
Pemprov DKI Jakarta tidak boleh menunggu sampai kebutuhan angkutan udara benar-benar mendesak. Jangan terlambat mengantisipasi perkembangan kota. Analoginya persiapkan payung sebelum hujan.
Selain udara, Pemprov DKI Jakarta juga sedang mematangkan layanan transportasi air alias laut. Saat ini sedang dikaji secara matang rencana mengoperasikan kapal-kapal yang akan melayani aktivitas warga Kepulauan Seribu itu.
Transportasi air ini bisa memberi manfaat bukan saja bagi warga Kepulauan Seribu, tetapi juga memudahkan wisatawan berkunjung ke pulau-pulau yang ada di sana. Dengan demikian akan mendongkrak ekonomi warga kepulauan.
Menyangkut layanan transportasi air terintegrasi dan inklusif menuju Kepulauan Seribu, sejauh ini sudah disetujui tujuh fraksi dari sembilan fraksi yang ada di DPRD DKI Jakarta saat rapat paripurna pada 7 Oktober 2026.
Kini publik sudah bisa membayangkan transportasi pada masa depan andai angkutan darat, laut, dan udara sudah terintegrasi di Jakarta.
Menyediakan transportasi darat, laut, dan udara adalah keniscayaan pelayanan yang setara untuk semua warga Jakarta. Bagi mereka beraktivitas di darat dilayani bus Transjakarta.
Warga Kepulauan Seribu berjumlah 30.365 jiwa per Agustus 2026 yang notabene sering beraktivitas di laut nantinya dilayani Transjakarta air.
Seperti halnya di darat, tentunya layanan transportasi di laut pun mendapatkan subsidi dari duit bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta, sehingga kelak ongkos atau tarif tiketnya bisa terjangkau kantong.
Sebagaimana sesama warga, Pemprov DKI Jakarta juga tidak membedakan kelas. DKI bakal menyediakan layanan transportasi udara perkotaan berupa helikopter. Layanan angkutan udara ini, bila dicermati sasarannya adalah melayani kelas menengah ke atas.
Terlepas dari kesetaraan pelayanan kepada warganya dari berbagai kelas, Jakarta sebagai kota global dunia, hadirnya transportasi terintegrasi darat, laut, dan udara merupakan kebutuhan.
Pendek kata bolehlah Transjakarta nyemplung ke air sebagai transportasi laut. Melayang di angkasa sebagai angkutan udara.
Silakan program itu digeber agar bisa hadir di Jakarta. Tetapi, ojo lali (jangan lupa-red) angkutan darat disempurnakan pelayanannya.
Transjakarta darat yang sudah terlanjur digandrungi warga, baik dari Jakarta sendiri maupun penduduk kota penyangga jangan sampai pelayanannya ngedrop. Pertahankan atau tingkatkan performance yang sudah baik.
Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, per Agustus 2026, jumlah penumpang bus Transjakarta 37.973.361 orang. Jumlah ini naik 7,19 persen dibandingkan dengan tahun 2025.