JAKARTA, ARASVARA.ID – Pemerintah RI tidak akan mengizinkan rencana pertunjukan konser musik asal Amerika Serikat Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia.
Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra dalam jumpa pers di Jakarta.
“Kami ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan rencana pertunjukan musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia,” kata Yusril kemarin.
Baca Juga:
Makna Lagu 2001x - Adrian Khalif Tentang Konflik dalam Hubungan, Video Musik Dibintangi Aqeela Calista dan Fattah Syach!
Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan badan terkait rencana pertunjukan musik bertajuk Til The Whole World Knows Tour 2026.
Yusril menegaskan, pemerintah tidak mempermasalahkan agama maupun nama Israel Houghton. Namun, pemerintah menyoroti dugaan adanya muatan politik dalam pertunjukan tersebut.
“Tapi yang menjadi concern pemerintah adalah kegiatan musik ini ditengarai itu dimanfaatkan untuk melakukan satu kampanye politik untuk mendukung Israel,” ujar Yusril.
Baca Juga:
Stray Kids Tidak Kirim Karya ke Grammy Awards 2027, JYP Entertainment Beri Konfirmasi
Tidak Sejalan dengan Politik Luar Negeri
Dugaan tersebut dinilai tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia serta dukungan pemerintah terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan.
“Dan kita menganggap hal seperti itu tidak sejalan dengan politik luar negeri kita dan juga tidak sejalan dengan dukungan kita terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaannya," kata Yusril.
Pemerintah mengantisipasi kemungkinan Israel Houghton datang ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VoA). Menurut dia, VoA hanya dapat digunakan untuk kegiatan kunjungan wisata, bukan untuk pertunjukan musik.
Baca Juga:
Makna Lagu "Naksir" - Andien: Rasa Manis Saat Jatuh Cinta!
“Visa on Arrival hanya boleh dilakukan untuk kegiatan kunjungan wisata, bukan untuk kegiatan pertunjukan musik seperti yang akan dilaksanakan ini,” katanya.
Namun, pemerintah memastikan apabila nantinya panitia mengajukan permohonan izin pertunjukan maupun visa, keduanya tidak akan diberikan.
"Sekiranya diajukan permohonan untuk melakukan pertunjukan dan kemudian juga memohon visa, maka permohonan izin pertunjukan dan visa tidak akan diberikan,” ucap Yusril.
