ADVERTISEMENT

Hasil Penyelidikan BMKG soal Kilatan Cahaya Misterius di Bali

Hasil Penyelidikan BMKG soal Kilatan Cahaya Misterius di Bali

Hasil Penyelidikan BMKG soal Kilatan Cahaya Misterius di Bali(Unsplash)

RS

By Rendra Saputra

Publish: 7 September 2026 - 13:29 WIB
Share:

Arasvara.ID - Kilatan cahaya misterius yang terlihat di langit Denpasar pada Minggu 6 September 2026) sekitar pukul 00.13 WITA memang bikin penasaran. Apakah itu petir? Hasil pengecekan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memberi satu jawaban penting, kilatan tersebut bukan fenomena cuaca.

Apa hasil pemeriksaan BMKG?

BBMKG mengecek kondisi atmosfer menggunakan citra satelit dan radar cuaca pada waktu kejadian.

ADVERTISEMENT

Hasilnya, tidak ditemukan awan konvektif atau Cumulonimbus (Cb) di wilayah Sanur hingga Serangan. Padahal, awan jenis ini dapat menghasilkan petir dan kilatan cahaya.

Prakirawan BBMKG Denpasar Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti, menyatakan kondisi atmosfer saat kejadian cukup kondusif. Karena itu, berdasarkan data cuaca yang diperiksa, kilatan tersebut tidak disebabkan oleh fenomena cuaca.

"Tidak ada awan konvektif atau Cumulonimbus pada dini hari di wilayah Sanur-Serangan (untuk hasilkan kilatan)," katanya.

Tidak ada awan pembentuk petir

Ini bagian penting dari hasil pemeriksaan. Tidak ditemukannya Cumulonimbus berarti BMKG tidak memiliki dasar untuk menyebut kilatan itu sebagai petir. Dalam informasi kelistrikan udara BBMKG, petir memang berkaitan dengan proses listrik di awan Cumulonimbus.

Namun, ini bukan berarti BMKG sudah menemukan benda atau sumber yang menyebabkan cahaya tersebut.

Jadi, apa penyebab kilatan cahaya di Bali?

Belum diketahui dari hasil pemeriksaan BMKG yang dipublikasikan. BMKG menyimpulkan bahwa kilatan tersebut bukan fenomena cuaca, tetapi tidak menyatakan bahwa cahaya itu berasal dari meteor, benda luar angkasa, listrik, atau sumber tertentu lainnya.

Ini penting karena beberapa unggahan media sosial juga mengaitkan kemunculan cahaya dengan listrik yang sempat padam atau mengalami penurunan daya.

Untuk bagian tersebut, BBMKG menyarankan koordinasi dengan PLN, karena persoalan kelistrikan berada di luar kewenangan BMKG.

Baca Juga: Gerhana Bulan Bakal Hiasi Langit pada Akhir Agustus 2026, Apakah Terlihat di Indonesia?

Page 1 of 2
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…