Karya Lima Mahasiswa Gen Z dari UGM Lewat Polpay, Biometrik Sidik Jari Tanpa Perlu Kartu dan HP

Teks Foto: Lima Mahasiswa Gen Z dari UGM yang terdiri atas Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Setyanda, dan M. Rakhma Aifil Indira

Teks Foto: Lima Mahasiswa Gen Z dari UGM yang terdiri atas Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Setyanda, dan M. Rakhma Aifil Indira(Dok. UGM)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 4 September 2026 - 13:20 WIB
Share:

ARASVARA.ID – Lima Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Gen Z yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berinovasi dengan mengembangkan sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari tanpa perlu menggunakan kartu maupun smartphone yang dinamakan Polpay.

Melansir dari situs resmi UGM, kelima pemuda Gen Z dari lima mahasiswa yakni empat pria dan satu orang perempuan melakukan terobosan Polpay dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan efisiensi.

Tim Polpay menghadapi berbagai tantangan dalam merancang dan menyempurnakan inovasi tersebut.

Tim yang terdiri atas Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Setyanda, dan M. Rakhma Aifil Indira tersebut terus melakukan pengembangan untuk menghasilkan sistem pembayaran biometrik yang aman, praktis, dan terjangkau.

Karya inovasi yang dinamakan Polpay ini,  mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC) yang memungkinkan pengguna melakukan autentikasi biometrik secara langsung saat bertransaksi.

Data biometrik selanjutnya diproses menggunakan teknologi edge computing, kemudian dienkripsi dengan algoritma Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) sebelum dikirimkan ke server melalui protokol SSL/TLS untuk pemrosesan lebih lanjut.

Ketua tim Polpay, Tiara Ramadhani, menjelaskan bahwa Polpay dikembangkan sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi biometrik lainnya yang umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi. Selain menawarkan transaksi yang cepat dan aman, Polpay dirancang sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang dicanangkan Bank Indonesia untuk mewujudkan ekosistem pembayaran digital yang modern, inklusif, dan terpercaya.

“Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati pengalaman pembayaran yang lebih praktis dan aman, serta tidak lagi bergantung pada kartu maupun perangkat seluler,” ujar Tiara Ramadhani dikutip pada Jumat (4/8/2026).

Bagi Farabi, tantangan utama yang mereka temukan pada saat pengembangan ide Polpay ini adalah proses untuk memastikan jika seluruh sistem yang digunakan oleh Polpay memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

“Tantangan utama dalam pembuatan Polpay adalah memastikan seluruh sistem yang ada memiliki tingkat keamanan yang tinggi,” katanya.

Lanjut Farabi, ide pengembangan inovasi ini berangkat dari persoalan bahwa Indonesia belum menerapkan pembayaran via sidik jari. Meskipun telah melalui berbagai proses, masih terdapat beberapa celah di dalam perlindungan data yang harus dikembangkan.

Page 1 of 2

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…