JAKARTA, ARASVARA.ID - BPJS Kesehatan mengungkapkan bahwa sebanyak 54 juta peserta di Indonesia tercatat tidak aktif akibat menunggak iuran memicu tekanan dan potensi defisit keuangan lembaga jaminan kesehatan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito kepada wartawan di Kantor BPJS, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
“Peserta saat ini sudah 285 juta jiwa lebih, tetapi, ini di angka 98,8 persen, masih ada yang tidak aktif sebesar 54 juta jiwa sampai hari ini kami sering laporkan,” kata Pujo.
Baca Juga:
Cara Menggunakan Strava, Aplikasi Olahraga Viral Para Pelari Kalcer
Menurut Prihati Pujowaskito kebutuhan layanan kesehatan mencapai Rp500 miliar per hari atau Rp16,5 triliun per bulan, sedangkan iuran yang masuk hanya berkisar Rp14 triliun per bulan.
“Ada selisih Rp2 triliun lebih setiap lebih setiap bulannya,” tutur Dirut BPJS Kesehatan.
Pujo menuturkan, salah satu pemicu defisit adalah 54 juta jiwa kepesertaan BPJS yang tidak aktif gara-gara menunggak iuran kini dengan mencari cara meningkatkan pembayaran iuran dengan menjalin kerjasama Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Direktorat Jendral Bina Keuangan Daerah Kemendagri dan Badan Pusat Statistik.
Baca Juga:
12 Ramalan Zodiak Agustus 2026, Kesulitan dan Keberuntungan Bisa Kamu Dapatkan!
Pihaknya juga melakukan pengintegrasian agar BPJS Kesehatan seperti orang mengurus SIM supaya kepolisian BPJSnya aktif.
“Kemudian berangkat haji dan umroh, BPJS-nya aktif, kemudina kalau mau masuk kuliah seharusnya BPJSnya aktif, sehingga Pak Rektor juga lebih tenang kalau mahasiswanya ada apa-apa ada penjaminan,” terang Prihati Pujowaskito. (Dji)
