JAKARTA, ARASVARA.ID - Pemerintah turun tangan rumor marketplace atau dikenal e-commerce Tokopedia dan TikTok melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran.
Menanggapi hal tersebut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli TikTok-Tokopedia Group tidak melakukan PHK melainkan penataan Sumber daya manusia (SDM) secara internal.
"Presiden Direktur dari (TikTok) Tokopedia kan sudah meluruskan bahwa yang dilakukan saat ini bukan PHK, dalam artian sepihak karena ada kondisi industri, tapi adalah mereka sedang melakukan pembenahan, istilahnya talent mobility, di internal mereka," kata Menaker kepada awak media di DPR RI, Senin (6/6/2026].
Baca Juga:
Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 94 dan 95: Davina Pingsan Mendadak
Perusahaan yang sudah merger ini juga telah membuka lowongan pekerjaan baru kurang lebih 100 orang. Kesempatan kerja itu merupakan bagian dari penataan.
"TikTok sendiri kan membuka lowongan pekerjaan baru di sekitar 100 orang, ya. Jadi itu sudah clear," tambah menaker.
Sementara itu President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo membantah adanya PHK secara massal terhadap para pekerjanya di Indonesia.
Baca Juga:
Makna Lirik Lagu Foto Kita Blur Sal Priadi: Sisa kenangan yang Membekas dalam Ingatan
Menurutnya, sejumlah pekerjanya yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan bekerja di tempat lain.
Selain itu pekerja juga disaluekan ke lingkungan perusahaan di bawah naungan Tokopedia -TikTok group. "Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia," papar Stephanie.
Sebelumnya DPR RI memastikan isu PHK 1.200 pekerja tidak dibenarkan. Pihaknya bersama Kemenaker RI ditelusuri tercatat sekitar 200 orang yang telah ambil kompensasi dalam pembenahan. (Dji)
