Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam

Teks foto: Benteng alam masyarakat adat Kasepuhan di Pasir Eurih, Lebak, Banten.

Teks foto: Benteng alam masyarakat adat Kasepuhan di Pasir Eurih, Lebak, Banten.(Dok. Working Group ICCAs Indonesia)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 1 Juli 2026 - 10:59 WIB
Share:

JAKARTA, ARASVARA.ID - Ketika satu bahasa lokal hilang, yang ikut menghilang bukan hanya kata-kata. Pengetahuan tentang jenis padi, tanaman obat, aturan menjaga hutan, hingga ritual yang mengatur hubungan manusia dengan alam juga dapat ikut punah.

Working Group ICCAs Indonesia (WGII) mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya menghadapi ancaman hilangnya keanekaragaman hayati, tetapi juga krisis biokultural yang dapat menghapus peradaban yang selama ratusan tahun menjadi dasar Masyarakat Adat dalam menjaga alam.

Koordinator Eksekutif WGII, Cindy Julianty, mengatakan ancaman tersebut lebih besar daripada sekadar hilangnya spesies atau hutan.

Baca Juga:

Ramalan Zodiak Gemini Hari Rabu 1 Juli 2026: Awal Bulan yang Dipenuhi Keberkahan

“Biokultural ini lebih rentan hilang daripada biodiversitas. Karena, yang terancam hilang bukan hanya spesies atau hutan, melainkan seluruh relasi yang membuat spesies, hutan, manusia, bahasa, ritual, dan pengetahuan tersebut saling terhubung,” kata Cindy dalam keterangannya dikutip Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara megabiodiversitas yang memiliki beragam ekosistem, mulai dari hutan, savana, pesisir, hingga perairan, serta berbagai satwa dan tumbuhan endemik. Namun, Indonesia juga merupakan negara megabiokultural yang menyimpan hubungan panjang antara manusia dan alam.

“Konsep megabiodiversitas umumnya mengacu pada sesuatu yang tangible, yang bisa dihitung secara fisik. Kenyataannya, aspek fisik tidak mungkin berdiri sendiri tanpa relasi,” tuturnya.

Baca Juga:

Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini Rabu 1 Juli 2026, Ambil 10 Hadiah Gratis Sekarang!

“Ada keterkaitan antara alam dan budaya, antara alam dan manusia. Ketika bicara soal biokultural, berarti kita bicara tentang relasi, bahasa, praktik, spiritualitas, dan lanskap yang lebih besar,” paparnya.

Cindy mengatakan, ketika manusia kehilangan rasa keterhubungan dengan alam, alam akan dipandang semata-mata sebagai objek yang hanya berfungsi memenuhi kebutuhan manusia.

“Ketika manusia kehilangan rasa keterhubungan dengan alam, alam hanya akan dipandang sebagai objek. Ketika alam hanya dilihat sebagai supply untuk kebutuhan manusia, maka eksploitasi dan destruksi menjadi sesuatu yang dianggap wajar,” imbuhnya.

Baca Juga:

Ramalan Zodiak Gemini Rabu 1 Juli 2026: Percintaan, Keuangan dan Karir Jadi Fokus Utama!

Menurut Cindy, hubungan antara manusia dan alam dapat dilihat dari keberadaan berbagai jenis padi lokal di komunitas adat. Setiap jenis padi memiliki nama lokal dan fungsi yang berbeda. Ada padi untuk konsumsi sehari-hari dan ada pula yang digunakan untuk kebutuhan ritual tertentu.

“Ada jenis padi lokal yang tidak bisa digantikan, karena fungsinya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, melainkan juga spiritual dan ekologis,” ujarnya.

Page 1 of 2

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…