JAKARTA, ARASVARA.ID - PT Kristalin Ekalestari menggelar Forum Diskusi publik dengan mengajak masyarakat dan pemilik hak adat wilayah Desa Nifasi, Distrik Makimi, Nabire, Papua Tengah. Pada Jumat (26/6/2026).
Forum diskusi tersebut dipimpin langsung oleh Chairman Kristalin Group Arif Budi Setiawan, Direktur Utama PT Kristalin Ekalestari Andito Prasetyowan, Humas PT Kristalin Ekalestari Maria Erari di Menara 165, Jakarta Selatan.
Sedangkan perwakilan Masyarakat dihadiri Kepala Suku Nifasi Aser Monei, Tokoh Adat Perempuan Yantris Monei, dan Tokoh Adat Desa Nifasi Dominggus Monei.
Baca Juga:
Dana Bansos PKH Tahap 2 2026 Akan Dicairkan Pemerintah ke KPM, Cek Statusnya di Sini!
Dalam rapat forum diskusi tersebut para pemilik hak adat Desa Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dalam rangka melakukan kunjungan ke Jakarta sekaligus menjalin hubungan antar perusahaan dan masyarakat terutama pembahasan program-program ke depan.

Dalam dialog antara direksi perusahaan dan warga Nifasi akan difokuskan kesehatan, pendidikan, dan penyaluran rumah bagi warga yang belum mendapatkan rumah ataupun beda rumah yang tidak layak huni.
Ke depan pihak PT Kristalin Ekalestari akan tetap konsisten program Corporate Social Responsibility (CSR), baik dari segi sosial, keagamaan, dan kelestrian budaya wilayah.
Baca Juga:
3 Kuliner yang Wajib Dibeli Ketika Berada Di Malioboro
Sementara itu pihak masyarakat Desa Nifasi dengan perusahaan menyayangkan bahwa ada oknum-oknum mengaku masyarakat Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melakukan protes terhadap perusahaan yang sudah terjalin dengan baik dan harmonis.
"Tentu dengan cara-cara protes yang mengaku masyarakat Papua terutama Papua Tengah. Sangat merugikan pihak-pihak masyarakat dan perusahaan," ucap Yantris Monei.
Baca Juga:
Sinopsis Cerita Lila: Misteri Kelam Hilangnya Saudara Kembar
Padahal kata Yantris, sebagai pemilik hak ulayat pihaknya bersama masyarakat akan mempasang badang jika ada yang menganggu keamanan dan ketertiban daerahnya.
“Tentu akan kami temui warga yang mengaku-ngaku bahkan memfitnah dan mengadu domba di wilayah kami yang damai dan rukun ini," terangnya. (Dji)
