ARASVARA.ID - Pasar aset kripto global kembali mencatatkan dinamika pergerakan harga yang sangat menarik untuk dicermati oleh para investor.
Memasuki awal bulan November, sejumlah koin digital utama masuk ke dalam daftar pantauan khusus karena membawa berbagai katalis fundamental penting.
Pemilihan aset-aset tersebut didasarkan pada performa harga terkini, ukuran kapitalisasi pasar, tingkat risiko, hingga perkembangan teknologi yang menyertainya. Para pelaku pasar tentu ingin memantau sejauh mana peluang pemulihan harga koin-koin pilihan di tengah volatilitas ekonomi makro global saat ini.
Lantas, ulasan berikut menguraikan lima aset kripto unggulan yang layak dipantau sepanjang November 2026, mulai dari pergerakan Bitcoin, Ethereum, Hyperliquid, XRP, hingga Zcash beserta rincian data harga dolarnya.
Ketahanan Posisi Bitcoin Menghadapi Tekanan Koreksi Pasar Global
Bitcoin menempati urutan teratas sebagai aset yang paling tangguh karena mencatat persentase penurunan harga paling kecil dibandingkan koin besar lainnya. Berdasarkan data per 29 Oktober 2026, harga Bitcoin terkoreksi 6,2 persen dalam 30 hari menjadi 78.392 US Dolar, dengan dominasi pasar yang kokoh di angka 60,3 persen.
Meskipun menunjukkan stabilitas yang relatif lebih baik, harga Bitcoin saat ini masih berada 37,8% di bawah rekor tertinggi sepanjang masanya yang pernah menyentuh level 126.080 US Dolar. Sentimen pasar pada bulan ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed, permintaan ETF spot, serta berakhirnya kontrak opsi senilai 11 miliar US Dolar.
Pergerakan harga Bitcoin sepanjang November 2026 diprediksi oleh para analis akan bergerak di kisaran 76.000 US Dolar hingga 82.000 US Dolar. Ketahanan level harga tersebut menjadi indikator kunci bagi stabilitas seluruh ekosistem aset digital secara keseluruhan.
Koreksi Harga Ethereum Dan Tantangan Rasio Pergerakan Terhadap BTC
Ethereum mengalami tekanan koreksi yang cukup dalam, yakni turun 16,9 persen dalam rentang waktu 30 hari hingga menyeret harga koinnya ke level 2.236 US Dolar. Angka penurunan tersebut tercatat hampir tiga kali lipat lebih besar dibanding persentase koreksi yang dialami oleh Bitcoin.
Rasio nilai tukar Ethereum terhadap Bitcoin atau ETH/BTC turut melemah ke angka 0,0285, yang mengindikasikan bahwa laju pemulihan Ethereum masih tertinggal. Kendati demikian, jaringan ini tetap menjadi fondasi utama bagi ribuan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) di seluruh dunia.
Kehadiran produk ETF spot di Amerika Serikat serta ekosistem pengembang yang masif membuat Ethereum tetap wajib masuk dalam daftar radar pantauan. Investor terus mencermati potensi rebound di tengah tren pelemahan rasio terhadap koin utamanya.
Lonjakan Kinerja Hyperliquid Di Tengah Sentimen Pasar Melemah
Hyperliquid menjadi satu-satunya aset digital dalam daftar pantauan yang sukses mencatat kinerja positif di tengah kondisi pasar yang sedang lesu. Harga koin HYPE tercatat naik 5,7 persen dalam 30 hari terakhir hingga mencapai posisi 90 US Dolar, bahkan meroket hingga 72,2 persen dalam rentang 90 hari.
