ARASVARA.ID - Atusiasme pegiat ekosistem digital di Tiongkok maupun Asia Tenggara kembali meningkat tajam menyusul pengumuman resmi gelaran ajang industri kripto bergengsi.
Konferensi bertajuk Web3 Week Asia 2026 dipastikan bakal hadir menyapa para pelaku industri mata uang kripto, pengembang teknologi rantai blok (blockchain), hingga komunitas terdesentralisasi secara langsung di Jakarta.
Mengusung tema utama "The Capital's Crypto Conference", forum internasional ini dirancang khusus menjadi wadah bertukar gagasan sekaligus memperkuat jejaring antar-pemangku kepentingan.
Penyelenggaraan tahun ini diyakini bakal memperluas jangkauan aktivitas serta menghadirkan pengalaman belajar yang jauh lebih komprehensif dibanding edisi sebelumnya. Berikut menyajikan rincian jadwal pelaksanaan, daftar pembicara kunci, hingga pokok pembahasan utama yang siap dibedah sepanjang forum teknologi tingkat regional tersebut.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan Web3 Week Asia 2026
Konferensi Web3 Week Asia 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh pada hari Rabu dan Kamis, tepatnya tanggal 11 hingga 12 November 2026. Ajang pertemuan akbar ini memilih tempat pelaksanaan di area strategis Jakarta, yaitu di Grand Ballroom Kuningan City, Jakarta Selatan.
Pemilihan lokasi di pusat ibu kota memberikan kemudahan aksesibilitas bagi para peserta domestik maupun mancanegara yang hendak menghadiri rangkaian sesi diskusi harian. Panitia telah menyiapkan sarana utama untuk menampung lonjakan peserta yang diproyeksikan melonjak pesat dibanding capaian tahun lalu.
Sebagai gambaran kesuksesan sebelumnya, ajang tahun lalu tercatat berhasil menyedot kehadiran lebih dari 5.000 orang peserta dari berbagai negara. Konferensi tahun ini diprediksi bakal mengulangi kesuksesan serupa melalui sajian diskusi panel, lokakarya (workshop), dan ruang networking yang lebih intensif.
Daftar Pembicara dan Sosok Kunci yang Hadir
Adapun, penyelenggara mengonfirmasi bahwa sebanyak 25 nama tokoh berpengaruh telah terdaftar resmi sebagai pembicara dalam helatan akbar tersebut. Jajaran pembicara tersebut membawa latar belakang profesional yang sangat beragam, mulai dari pendiri platform digital, praktisi perdagangan aset kripto, hingga pengembang teknologi terdesentralisasi.
Di antara jajaran tokoh papan atas yang siap mengisi panggung utama adalah Brandon Salim selaku Co-Founder dan Chief Marketing Officer Arktivak, didampingi Kevin Susanto yang menjabat sebagai Founder Arktivak. Dari ranah komunitas dan teknologi aset digital, hadir Bryan Setiawan selaku Community Lead Hyperliquid Indonesia serta Yanuar yang bertindak sebagai Chief Technology Officer IDRX.
Selain itu, terdapat nama Febi Mettasari yang diperkenalkan sebagai Indonesia's Best Female Web3 Dev, serta Yonathan Dinata dari Pekka Labs yang fokus pada riset analisis data kuantitatif. Sosok lain seperti Andy Crypstocks, Bevan Pramudito, Dennis SLL, hingga Theresa Learns dari Yapp Creators turut meramaikan jajaran pemapar materi.
Fokus Pembahasan Ekosistem Blockchain dan Web3
Selanjutnya, Web3 Week Asia 2026 secara khusus memusatkan fokus diskusinya pada eksplorasi potensi pengembangan teknologi rantai blok serta peluang kerja sama di industri aset digital kawasan Asia. Konsep Web3 sendiri merujuk pada era evolusi internet berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna berinteraksi secara aman melalui jaringan terdesentralisasi.
