ARASVARA.ID - Pada hari Selasa, 27 Oktober 2026, kondisi harga bahan pokok khususnya komoditas beras di pasar tradisional daerah mencatatkan grafik pergerakan yang dinamis.
Berdasarkan rilis data resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, komoditas ini mengalami penyesuaian harga secara bertahap sepanjang periode pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Adapun, harga beras menjadi perhatian utama masyarakat dan pelaku usaha kuliner karena dampaknya yang langsung terasa pada biaya operasional harian.
Ketersediaan pasokan dari produsen serta kelancaran jaringan distribusi dari daerah sentra produksi memegang peranan kunci dalam menjaga stabilitas komoditas kebutuhan dasar ini.
Berikut menghadirkan mengenai perkembangan harga rata-rata nasional untuk seluruh kategori beras, mulai dari varian kualitas bawah, kualitas medium, hingga kualitas superi. sebagai berikut:
Dinamika Perkembangan Harga Seluruh Kategori Beras Nasional
Pergerakan harga rata-rata nasional untuk seluruh segmen komoditas beras di pasar tradisional tercatat cukup variatif dengan tren yang relatif terjaga. Rekaman data transaksi harian PIHPS Nasional mencatat perkembangan harga dari kualitas bawah, medium, hingga super sepanjang periode 21 Oktober hingga 27 Oktober 2026.
Terdapat enam kategori beras yang dipantau secara ketat di tingkat pedagang eceran pasar tradisional harian. Masing-masing kategori beras mencatatkan pergerakan nominal harga per kilogram yang mencerminkan kondisi pasokan serta permintaan di tingkat konsumen.
Beras Kualitas Bawah I: 21 Okt (Rp13.800), 22 Okt (Rp13.800), 23 Okt (Rp13.850), 26 Okt (Rp13.850), 27 Okt (Rp13.800) per kg.
Beras Kualitas Bawah II: 21 Okt (Rp13.500), 22 Okt (Rp13.500), 23 Okt (Rp13.550), 26 Okt (Rp13.550), 27 Okt (Rp13.500) per kg.
Beras Kualitas Medium I: 21 Okt (Rp15.200), 22 Okt (Rp15.200), 23 Okt (Rp15.250), 26 Okt (Rp15.250), 27 Okt (Rp15.200) per kg.
Beras Kualitas Medium II: 21 Okt (Rp15.000), 22 Okt (Rp15.000), 23 Okt (Rp15.050), 26 Okt (Rp15.050), 27 Okt (Rp15.000) per kg.
Beras Kualitas Super I: 21 Okt (Rp16.600), 22 Okt (Rp16.600), 23 Okt (Rp16.650), 26 Okt (Rp16.650), 27 Okt (Rp16.600) per kg.
Beras Kualitas Super II: 21 Okt (Rp16.150), 22 Okt (Rp16.150), 23 Okt (Rp16.200), 26 Okt (Rp16.200), 27 Okt (Rp16.150) per kg.
Harga Pada Beras Kualitas Bawah
Apa itu beras kualitas bawah? beras kualitas bawah merupakan pilihan utama bagi segmen masyarakat yang mengutamakan efisiensi anggaran pengeluaran harian. Pergerakan harga pada kategori varian Bawah I dan Bawah II tercatat sangat stabil dengan fluktuasi tipis di pertengahan pekan.
Pada varian Bawah I, harga sempat mengalami penyesuaian naik tipis sebesar Rp50 pada akhir pekan sebelum akhirnya kembali melandai di posisi semula pada awal pekan baru. Kondisi serupa juga terjadi pada varian Bawah II yang menunjukkan pola kestabilan yang sangat erat.
Terjaganya kisaran harga pada segmen kualitas bawah ini memberikan kepastian bagi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Pasokan fisik di pasaran terpantau aman untuk memenuhi kebutuhan harian warga.
Harga Pada Beras Kualitas Medium
Selanjutnya, segmen beras kualitas medium menempati porsi konsumsi terbesar di tengah masyarakat karena menawarkan keseimbangan antara kualitas bulir dan harga. Pergerakan harga untuk varian Medium I dan Medium II mencatatkan pola yang sangat konsisten sepanjang periode pemantauan.
Kedua varian beras medium ini sempat mengalami kenaikan sebesar Rp50 per kilogram pada perdagangan Jumat 23 Oktober 2026. Namun, memasuki awal pekan tanggal 27 Oktober 2026, harganya kembali melandai ke tingkat harga semula.
Stabilitas pada kategori beras medium ini menjadi sinyal positif bagi pergerakan laju inflasi bahan pangan harian. Kelancaran distribusi dari pedagang grosir membantu menahan kenaikan harga berlanjut di tingkat pedagang eceran.
Harga Pada Beras Kualitas Super
Beras kualitas super menawarkan mutu bulir dan rasa terbaik sehingga dibanderol dengan nominal harga tertinggi di antara kategori lainnya. Varian Super I dan Super II mencatatkan tingkat harga yang relatif stabil tinggi di pasar tradisional harian.
Kategori Super I konsisten bergerak di kisaran angka Rp16.600 hingga Rp16.650 per kilogram sepanjang sepekan pemantauan. Sementara itu, varian Super II bertahan di koridor harga Rp16.150 hingga Rp16.200 per kilogram.
Selisih harga di antara kualitas super dengan kualitas bawah berkisar antara Rp2.600 hingga Rp2.800 per kilogram. Konsumen segmen ini cenderung tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan harga tipis karena lebih mengutamakan mutu beras.
Faktor Pendorong Ketersediaan Pasokan Beras di Pasar
Selain itu, penyesuaian harga beras di tingkat pedagang pasar harian sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari penggilingan dan sentra produksi padi utama. Kondisi cuaca di daerah penghasil beras memegang peranan krusial dalam menentukan volume hasil panen harian.
Selain faktor cuaca dan masa panen, efisiensi rantai distribusi dan kelancaran logistik antarwilayah turut menentukan besaran marjin penjualan eceran. Terjaganya pasokan fisik di gudang pedagang mencegah terjadinya lonjakan harga yang berlebihan.
Ketersediaan stok cadangan beras nasional juga bertindak sebagai peredam guncangan pasar ketika terjadi gangguan pasokan lokal. Keberadaan pasokan yang cukup menjamin harga beras eceran tetap berada dalam batas wajar.
Pengawasan Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah terus diperkuat melalui pemantauan data sistem PIHPS Nasional secara terintegrasi dan transparan. Informasi perkembangan harga harian ini dimanfaatkan sebagai pijakan utama dalam merumuskan langkah intervensi pasar.
Langkah pengawasan berkala ini bertujuan untuk memastikan harga bahan pokok tetap berada dalam koridor yang wajar dan terjangkau oleh masyarakat. Melalui pengawasan pasokan yang ketat, stabilitas daya beli masyarakat dapat terus dipelihara.
Upaya stabilisasi harga juga diimbangi dengan penyaluran program bantuan pangan secara berkala di daerah target. Sinergi antarlembaga terbukti efektif dalam menjaga iklim perdagangan beras nasional tetap kondusif.