ARASVARA.ID - Drama Korea 100 Days of Deception resmi tayang pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026 kemarin yang dibintangi oleh KIm Yoo Jung dan Park Jinyoung GOT7.
Episode perdana drama tersebut sukses mendapatkan rating tertinggi dibandingkan dengan drama Sabtu-Minggu di channel yang sama yakni tvN lainnya pada 2026 ini.
Sinopsis drakor 100 Days of Deception menghadirkan latar masa pendudukan Jepang di Korea dengan unsur aksi dan mata-mata pada alur ceritanya yang dibalut sentuhan romantis antara kedua pemeran utama.
100 Days of Deception menceritakan kisah Lee Ga Gyeong yang diperankan Kim Ypp Jung seorang pencuri terampil di Gyeongseong (Sebuatan Seoul pada masa itu) dan Kim Tae Woong atau Sato Hideo diperankan Park Jinyoung, penerjemah baru ditunjuk oleh Pemerintahan Jenderal.
Sinopsis Drakor 100 Days of Deception
Drama Korea satu ini memiliki latar 100 hari pendudukan Jepang di Korea yang mengisahkan seorang mata-mata atau penyusup bernama Lee Ga Gyeong.
Ia menyusup ke Pemerintahan Jenderal Jepang di Korea dengan menyamar sebagai peserta pelatihan penerjemah. Tindakan Ga Gyeong itu lah yang kemudian mempertemukannya dengan Sato Hideo atau bernama lengkap Kim Tae Woong.
Kim Tae Woong merupakan seorang penerjemah baru sekaligus anak angkat dari Inspektur Jenderal Korea, pejabat peringkat kedua tertinggi dalam organisasi tersebut.
Ga Gyeong memilki mimpi untuk bisa pergi ke Amerika. Untuk itu, ia berencana mengumpulkan uang agar impiannya terwujud. Salah satu cara yang bisa ia lakukan adalah menyusup dan menyamar sebagai calon penerjemah di pemerintahan Jenderal Jepang di Korea.
Melansir Soompi, pertemuan antara Ga Gyeong dan Tae Woong menjadi penanda dimulainya kisah romantis yang dibalut dengan drama di antara mereka berdua.
Ga Gyeong sang pencopet terbaik di Gyeongseong memberikan tatapan berbinar di balik bahu polisi yang mengelilingi peron kereta. Sementara itu, kemunculan Tae Woong di Stasiun Gyeongseong turut menarik perhatian.
Di sisi lain, ada Sato Shinichi diperankan oleh Jin Sun Kyu, ayah angkat dari Tae Woong sekaligus perjabat peringkat kedua tertinggi di Pemerintahan Jenderal Jepang di Korea yang berwibawa hingga dapat mengubah suasana di sekitarnya hanya dari kehadirannya saja.
