ARASVARA.ID - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal bulan September 2026 membuat film berjudul "Krakatao: The Last Day (2006)" kembali viral.
Film ini berhasil membuat warganet bergidik ngeri saat menyaksikan adegan gempa dan tsunami dahsyat yang ditampilkan di dalamnya.
"Krakatao: The Last Day (2006)" merupakan film dokumenter yang menceritakan tentang kondisi bencan erupsi Gunung Krakatau pada tahun 1883. Peristiwa tersebut memakan korban hingga 36 ribu jiwa.
Sinopsis Film Krakatao: The Last Day (2006)
Pada saat itu, William Beijerincks tinggal bersama istrinya, Johanna, dan ketiga anak mereka. William bekerja sebagai pengawas di salah satu bank pemerintahan kolonial Belanda.
Kesibukan terhadap pekerjaannya membuat William kurang memperhatikan kondisi alam di sekitar tempat tinggal mereka. Padahal, rumah mereka hanya berjarak beberapa mil dari Gunung Krakatau.
Saat itu Krakatau telah menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik seperti gempa selama berbulan-bulan, pasang surut air laut bergerak cepat, hingga awan yang tampak mendung dan menghalangi sinar matahari sampai ke Bumi.
Awalnya, getaran yang mereka rasakan masih tergolong kecil. Namun, seiring waktu, gempa semakin sering terjadi dan intensitasnya pun kian kuat.
Johanna mulai merasa khawatir dan beberapa kali meminta William untuk membawa keluarga mereka pindah ke tempat yang lebih aman.
Namun, William tidak dapat pergi begitu saja meninggalkan pekerjaannya. Bank tempatnya bekerja sedang menghadapi krisis sehingga sangat membutuhkan keberadaannya.
Di tengah kondisi tersebut, William memilih untuk tetap bertahan dan menyelesaikan tanggung jawabnya, tanpa menyadari bahwa bahaya yang lebih besar tengah mengancam keluarganya.
Suatu hari, kehidupan tampak berjalan normal seperti biasanya. Penduduk tetap menjalankan rutinitas masing-masing, mulai dari berdagang, menggembala ternak, hingga mencari ikan di laut.
Bagi kamu yang ingin mendapatkan informasi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau 2026.
Padahal, intensitas getaran bumi semakin meningkat dan durasinya pun berlangsung semakin lama. Namun, karena sudah terbiasa merasakan gempa selama berbulan-bulan, penduduk tidak lagi menganggapnya sebagai pertanda akan datangnya bencana dahsyat.
Menjelang siang, tiba-tiba terjadi gempa dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Guncangan tersebut membuat penduduk panik. Tak lama kemudian, air laut terlihat surut dengan cepat hingga meninggalkan garis pantai.
Menyadari adanya bahaya, sebagian penduduk mulai mengungsi ke tempat yang lebih jauh dari pantai. Namun, William dan beberapa rekan kerjanya justru berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan mendekati kawasan pesisir.
Di tempat lain, Johanna segera mengemasi barang-barang milik keluarganya. Ia berniat membawa William dan ketiga anak mereka meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Namun, belum sempat mereka menyelamatkan diri, gulungan ombak besar mulai bergerak menuju daratan. Tsunami dahsyat menerjang kawasan tersebut dan memporak-porandakan segala sesuatu yang dilaluinya.
Rumah-rumah hancur diterjang air, penduduk tersapu ombak, sementara harta benda mereka lenyap dalam sekejap. Di tengah kepanikan, semua orang berusaha menyelamatkan diri dan mencari tempat yang lebih tinggi untuk bertahan hidup
Saksikan keseruaan kisahnya dalam film "Krakatao: The Last Day (2006)" yang dapat ditonton melalui berbagai platform streaming.
