ARASVARA.ID - Sinetron Terikat Janji episode 135 mampu membuat penonton kesal sepanjang menyaksikannya. Pasalnya, tingkah laku Mayang terhadap Davina sangat menyebalkan.
Selain itu, Davina juga mulai mencurigai Veronika. Ia khawatir Veronika mempunyai niat jahat terhadapnya karena menganggap dirinya penyebab hilangnya Rian.
Tidak hanya itu, Sena juga mulai curiga dengan sikap mamanya sendiri, Veronika. Ia khawatir ibunya masih dendam dengan Davina dan memanfaatkan kedekatan mereka untuk mencelakai kekasihnya.
Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 143:
Setelah bertemu dengan Veronika, Davina memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, davina bertemu dengan Novan, Mayang, dan keluarga besar lainnya. Hari ini merupakan acara pengajian Jihan sebelum pernikahannya.
Di tengah keramaian, Davina justru merasa asing, karena pihak keluarga Mayang selalu memandang rendah kepadanya. Terlebih lagi, kini Jihan akan melangkahinya dalam proses pernikahan.
Davina segera pamit ke belakang, ia ingin mencicipi kue buatan Veronika yang baru saja diberikan kepadanya. Saat memakan kue tersebut, Davina merasa kegirangan, kuenya terasa lezat dan nikmat.
Namun, beberapa saat kemudian, Davina mengalami sesak nafas, tubuhnya limbung, bahkan untuk berdiri dan berbicara saja ia tidak mampu.
Elerginya terhadap buah strawberry kambuh. Kini, pandangannya semakin buram. Untungnya, ia melihat Novan datang menghampirinya.
Sementara itu, Novan yang datang untuk menghibur Davina justru panik melihat kondisi anaknya. Ia segera meminta pertolongan kepada supir untuk membawa Davina ke rumah sakit.
Awalnya, Novan dicegah oleh Mayang untuk ikut ke rumah sakit, sebab acara pengajian Jihan akan dimulai sebentar lagi. Namun, Novan tidak bisa menuruti perkataan Mayang, keselamatan Davina lebih utama dibanding yang lainnya. Akhirnya, Novan tetap ikut menemani Davina ke rumah sakit.
Saat di perjalanan, kesadaran Davina semakin menurun. Nafasnya juga mulai pelan karena semakin sesak. Novan yang panik berusaha menyadarkan Davina, ia juga memerintahkan supir untuk melaju lebih cepat.
Sesampainya di rumah sakit, Davina segera masuk ruang gawat darurat untuk mendapatkan penanganan intensif. Novan menunggu dengan cemas di luar. Ia takut terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.
Setelah menunggu lama, kabar mengenai kondisi Davina tidak kunjung Novan dapatkan, sementara acara akan segera dimulai. Novan mengambil ponsel dan menghubungi Mayang.
Ia mengabarkan bahwa tidak bisa hadir di acara pengajian Jihan dan mengizinkan pihak keluarga yang lain untuk mewakilkan dirinya saat penyambutan.
Tentu saja, kabar itu membuat Mayang marah, namun ia tidak bisa apa-apa karena sedang banyak tamu di rumahnya. Jihan juga terlihat murung setelah mendengar kabar tersebut. Acara pun dimulai meski tanpa kehadiran Novan.
Tidak lama setelah itu, dokter menyatakan bahwa kondisi Davina mulai stabil, namun tetap harus dirawat selama beberapa jam kemudian. Novan segera menghampiri Davina. Ia menanyakan penyebab alerginya tersebut.
Davina menceritakan bahwa ia baru saja memakan kue buatan Veronika. Ternyata di dalam kue tersebut mengandung buah strawberry yang menyebabkan alerginya kambuh.
Novan yang mendengar pernyataan tersebut menjadi curiga dengan Veronika. Ia khawatir Veronika bertujuan untuk balas dendam atas perbuatannya di masa lalu.
Davina juga mulai merasa curiga dengan Veronika, ia takut jika kehadiran Veronika dalam kehidupannya hanya untuk mencelakakan dirinya, karena menganggap bahwa Davina yang menyebabkan Rian menghilang.
Saat malam tiba, Davina dinyatakan boleh kembali ke rumah. Kondisinya juga sudah membaik. Sesampainya di rumah, acara pengajian telah selesai, semua orang yang hadir telah bubar, bahkan rumah mereka juga sudah bersih.
Davina merasa bersalah dengan Jihan. Ketuka masuk ke dalam rumah, ia bertemu dengan Mayang. Mamanya sempat menyalahkan Davina karena membuat Novan tidak bisa hadir.
Davina pamit untuk menghampiri Jihan, ia ingin meminta maaf kepada adiknya. Ternyata, Jihan sedang menyendiri di balkon lantai atas, Davina mengungkapkan rasa bersalah dan meminta maaf.
Davina mengira Jihan akan marah dan membentaknya, namun ia salah. Jihan justru menerima permintaan maafnya tanpa menyakahkan dirinya sama sekali. Setelah itu, Davina pamit untuk kembali ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar, ponselnya berdering. Sena menghubungi Davina untuk menanyakan kabar kekasihnya. Sena menanyakan kabar Davina saat melihat wajah perempuan itu pucat. Davina pun menceritakan peristiwa yang baru saja dialami olehnya.
Sena memutuskan untuk menghampiri Davina di rumahnya. Saat mereka bertemu Davina menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Mendengar penjelasan Davina membuat Sena curiga dengan sikap ibunya sendiri, Veronika. Ia merasa perlu menyelidiki peristiwa tersebut.