ARASVARA.ID - Sinetron Terikat Janji Episode 119 memberikan tayangan yang menegangkan bagi penonton sebab Davina ikut bekerja sama dalam aksi penyergapan Arga.
Bahkan, Davina sempat terkena tembakan peluru Arga pada aksi tersebut. Tentu saja, peristiwa tersebut membuat Sena semakin takut kehilangan Davina.
Rasa takut kehilangan itulah yang membuat Sena ingin selalu melindungi Davina. Dia berencana memulai hubungan baru yang lebih harmonis dengan Davina.
Baca Juga:
Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 118: Davina Menolak Perasaan Rafi
Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 119:
Davina bersedia bekerja sama dengan Sena dan pihak kepolisian lainnya untuk menjebak Arga. Sena memberikan semua perlengkapan perlindungan seperti rompi anti peluru agar Davina terlindungi saat aksi penyergapan berlangsung.
Keesokan paginya, Davina pergi ke kantor seperti biasa. Ia melewati jalan sepi yang telah direncanakan oleh pihak kepolisian. Sementara itu, Arga mengikutinya dari belakang, ia merasa mendapatkan kesempatan emas karena Davina memilih jalan yang sepi.
Arga melaju lebih cepat dibanding Davina, kemudian menyalipnya agar mobil perempuan itu berhenti. Arga segera turun dari mobil dan menarik Davina keluar, Davina melawan dengan penuh keberanian sehingga dapat terlepas dari genggaman Arga.
Baca Juga:
Sinopsis Sinetron Wajah Cinta Yang Lain Episode 25: Ariana Berhasil Menaklukkan Petrus
Kemudian Sena datang menggunakan motor dari belakang untuk menghalangi Arga yang hendak mengejar Davina. Pertikaian pun tidak dapat dihindari, Arga dan Sena saling serang untuk melumpuhkan lawan. Selain itu, terjadi aksi saling tembak diantara mereka. Davina juga sempat terkena tembakan peluru Arga. Untungnya ia memakai rompi anti peluru yang diberikan oleh Sena.
Davina sempat disandera oleh Arga. Tim kepolisian tidak memiliki pilihan lain selain meluncurkan tembakan ke arah Arga. Mereka menembakkan peluru ke bagian kaki dan tangan Arga. Saat posisi Arga terancam, ia tetap tidak mengakui kesalahannya dan dalang dibalik ulahnya tersebut.
Arga, orang kepercayaannya keluarga besar Dipa Andhika, lebih memilih kehilangan nyawanya dibanding membongkar aksi kejahatan bosnya. Kemudian, Arga mengambil tembakan miliknya untuk mengeksekusi dirinya sendiri. Arga tewas di tangannya sendiri dalam aksi pengejaran tersebut.
Sena segera membawa Davina ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Setelah itu, mereka berangkat ke kantor bersama-sama. Hubungan mereka perlahan membaik berkat peristiwa menegangkan tadi pagi.
Sesampainya di kantor, Sena berinisiatif memberi kejutan kepada Davina. Sena memerintahkan Galih, pegawai Kusuma Food, untuk menyiapkan berbagai keperluannya.
