ARASVARA.ID - Pada zaman modern ini, masih banyak orang yang lalai, bahkan tidak tahu tentang perkara-perkara penting yang perlu dilakukan saat beribadah. Salah satunya yaitu mandi wajib.
Dalam ajaran agama Islam, mandi wajib merupakan cara menyucikan diri dari hadas besar agar seorang hamba dapat melaksanakan ibadah secara sah, seperti salat, tawaf, puasa hingga membaca Al-Qur'an.
Kali ini, Arasvara menyajikan rangkuman yang membahas tentang mandi wajib, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Simak selengkapnya pada artikel di bawah ini.
Penyebab Mandi Wajib
Terdapat enam perkara yang mengharuskan seseorang untuk melaksanakan mandi wajib:
1. Keluarnya Sperma
Seseorang wajib mandi apabila keluar sperma dari kemaluannya, baik saat terjaga maupun tidur (mimpi basah). Meskipun jumlah cairan yang dikeluarkan sedikit. Hal ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan agar dapat mengangkat hadas besar dalam dirinya.
2. Berhubungan Badan
Berhubungan badan atau jima' antara suami dan istri merupakan salah satu sebab diwajibkannya mandi, sebab bertemunya antar dua kemaluan.
3. Suci dari Haid atau Menstruasi
Seorang wanita yang baru saja suci dari haid atau menstruasi, maka diwajibkan baginya untuk mandi agar menghilangkan hadas besar. Sehingga dapat melaksanakan ibadahnya Kembali.
4. Suci dari Nifas
Nifas adalah darah yang keluar dari rahim setelah proses melahirkan. Masa nifas tidak memiliki batas waktu minimal, sehingga dapat berlangsung hanya dalam waktu yang singkat, sedangkan batas maksimalnya adalah 60 hari.
5. Melahirkan
Melahirkan menjadi salah satu sebab diwajibkannya mandi, baik melahirkan bayi dalam kondisi sehat maupun keguguran. Hal itu dilakukan jika terdapat jarak waktu yang tepisah saat melahirkan dengan keluarnya darah nifas. Namun, jika bersambung kedua darahnya, dapat melaksanakan mandi setelah masa nifas selesai.
6. Kematian
Seorang muslim yang wafat bukan karena syahid maka wajib dimandikan sebelum proses pengkafanan dan penguburan.
Tata Cara Mandi Wajib
1. Niat
Ketika mandi wajib diharuskan berniat bersamaan dengan guyuran air yang pertama dialirkan ke anggota badan.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla lirof'il hadatsil akbari fardlan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat untuk menghilangkan hadats besar fardu karena Allah ta'ala"
2. Mengguyurkan Air ke Seluruh Tubuh
Langkah selanjutnya, menguyurkan air ke seluruh anggota tubuh secara merata serta pastikan tidak ada bagian yang terlewat. Biasakan mulai dari sisi kanan tubuh, kemudian berlanjut ke sisi kiri. Namun, diperbolehkan juga dari berbagai arah karena tidak wajib secara tertib dalam pelaksanaannya.
Sunnah Mandi Wajib
1. Mandi dalam keadaan berdiri, dilakukan agar air mengalir ke seluruh anggota tubuh dengan mudah dan merata.
2. Menghadap kiblat
3. Membersihkan area kemaluan terlebih dahulu
4. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
5. Berwudhu tanpa niat, boleh dilakukan sebelum mandi atau setelahnya.
6. Mendahulukan sisi badan sebelah kanan
7. Menyiram setiap anggota badan sebanyak tiga kali