Pabrik di Batuceper Tangerang Kebakaran

Teks foto: Pemadam Kebakaran Pabrik Batu Ceper, Tangerang

Oleh: Arasvara: Ahmad Tri Hawaari

Teks foto: Petugas pemadam kebakaran di Pasar Batu Ceper, Tangerang.

Oleh: Arasvara: Ahmad Tri Hawaari

Teks foto: Warga Gotong royong bantu padamkan si jago merah di Pasar Batu Ceper, Tangerang.

Oleh: Arasvara: Ahmad Tri Hawaari

Teks foto: Semprotan air Damkar kebakaran di Pasar Batu Ceper, Tangerang.

Oleh: Arasvara: Ahmad Tri Hawaari

Teks foto: Petugas Damkar Tangerang Kota memadamkan api di Pabrik Batu Ceper, Tangerang.

Oleh: Arasvara: Ahmad Tri Hawaari

Teks foto: Suasana warga kepanikan kebakaran Pabrik Batu Ceper Tangerang

Oleh: Arasvara: Ahmad Tri Hawaari

ARASVARA.ID — Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan kobaran api yang menghanguskan pabrik produsen lampu di wilayah Batuceper, Kota Tangerang, Banten, Rabu (16/9/2026).

Petugas pemadam kebakaran dari berbagai wilayah—termasuk bantuan armada dari kawasan Ciledug—tampak berjibaku di lokasi kejadian untuk menjinakkan si jago merah yang membakar area Gudang A, Gudang B, dan Gudang C. Kebakaran yang melalap area pabrik pembuat lighting atau lampu tersebut mulai terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung membesar di sejumlah titik bangunan.

Proses pemadaman di area pabrik sebenarnya sudah berjalan hingga mencapai sekitar 40 sampai 50 persen. Komando penanganan di lapangan mengerahkan sedikitnya 60 personel gabungan dengan dukungan 15 unit armada pemadam kebakaran, serta tambahan dua unit armada bantuan. Kendala utama di lapangan berupa hembusan angin kencang dan banyaknya tumpukan material mudah terbakar—seperti kardus dan plastik—membuat api dengan cepat merembet serta membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di area dalam pabrik.

Daya rusak kebakaran ini memicu konsentrasi penuh dari seluruh petugas di lokasi penanganan. Hingga kini, titik awal maupun penyebab pasti membesarnya api belum dapat diketahui secara pasti, begitu pula dengan laporan terkait isu adanya ledakan. Meski belum ditemukan adanya korban jiwa dalam musibah tersebut, proses pemadaman diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam ke depan tergantung pada perkembangan situasi cuaca dan pergerakan angin di area terdampak. (Ahmad Tri Hawaari)

TR

By Tim Redaksi

Publish: 16 September 2026 - 17:56 WIB
Updated: 16 September 2026 - 18:47 WIB
Share:

Editor

NW

Novriadji Wibowo

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Memuat...

Berita Terupdate

Memuat berita terbaru…